Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Supermarket di Sleman

Petugas pemadam kebakaran memadamkan api dalam insiden kebakaran Gedung Supermarket Trans Home, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. ANTARA/Agung Dwi Prakoso

Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Supermarket di Sleman

Ahmad Mustaqim • 6 October 2026 21:36

Yogyakarta: Polresta Sleman masih menyelidiki kasus kebakaran supermarket bahan bangunan Trans Home di Jalan Yogyakarta-Solo, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Proses pemadaman kebakaran tersebut diketahui berlangsung selama 32 jam.

"Untuk proses dan penyebab kejadian saat ini masih dalam penanganan atau penyelidikan kepolisian," kata Kepala Seksi Humas Polresta Sleman Iptu Argo Anggoro pada Selasa, 6 Oktober 2026. 

Manajemen Trans Home telah melaporkan peristiwa kebakaran tersebut ke Polsek Berbah pada 1 Oktober 2026, tepat pada hari kejadian. Kebakaran supermarket bahan bangunan itu menyebabkan dua pegawai meninggal dunia.


Argo menjelaskan laporan yang dibuat manajemen Trans Home bukan merupakan laporan polisi (LP) terkait dugaan tindak pidana. Laporan tersebut tercatat sebagai Laporan Gangguan dengan jenis gangguan kebakaran.

"Yang tercatat dalam administrasi kepolisian adalah Laporan Gangguan dengan jenis gangguan kebakaran, bukan Laporan Polisi (LP) terkait tindak pidana," ungkap Argo.

Namun, laporan tersebut digunakan untuk mencatat kejadian kebakaran, penanganan di lokasi, serta tindakan kepolisian yang telah dilakukan. Pasalnya, kebakaran tersebut menyebabkan kerugian yang diperkirakan mencapai miliaran rupiah.


Para petugas beraktivitas di sekitar mobil ambulans yang membantu proses evakuasi dua korban jiwa dalam insiden kebakaran Gedung Supermarket Trans Home di Jalan Yogyakarta-Solo Kilometer 11, Kalurahan Kalitirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman. ANTARA/Agung Dwi Prakoso


Berdasarkan laporan yang diterima Polsek Berbah, kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp20 miliar. Nilai tersebut mencakup bangunan dan berbagai barang yang terbakar, meski jumlah pastinya masih perlu dihitung secara detail.

"Nilai tersebut merupakan kerugian yang dilaporkan, sehingga masih bersifat sementara dan belum merupakan hasil penghitungan resmi secara keseluruhan," ujarnya. 

(Silvana Febiari)