Cuaca mendung gelap di Kawasan Pegunungan Kendeng yang memanjang mulai Grobogan hingga Bojonegoro, cuaca ekstrem berpotensi terjadi pada sore hingga awal malam. (Foto: Akhmad Safuan)
Cuaca Ekstrem Intai 7 Daerah di Jawa Tengah Hari Ini, Siaga Rob di Pantura
Akhmad Safuan • 4 November 2026 07:37
Semarang: Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir berpotensi terjadi di tujuh daerah di Jawa Tengah, hari ini, Rabu, 4 November 2026. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta warga untuk waspada terhadap bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, tanah longsor, hingga puting beliung.
Pada pagi hingga siang cuaca di Jawa Tengah pada umumnya cerah berawan dan berawan. Namun memasuki sore hingga awal malam, hujan ringan-sedang berpeluang mengguyur di sebagian besar wilayah Jateng.
"Waspada bencana hidrometeorologi sebagai dampak cuaca ekstrem tersebut, terutama bagi yang tinggal di kawasan tebing perbukitan maupun di sekitar daerah aliran sungai, " kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Ferry Oktarisa, Rabu, 4 November 2026.
"Daerah lainnya berpeluang hujan ringan," ungkap Ferry.
Sementara itu, kata dia, angin pada umumnya bertiup dari arah Barat laut ke timur dengan kecepatan 10-35 kilometer per jam. Sedangkan suhu udara berkisar 16-35 derajat celcius dan kelembaban udara berkisar 40-95 persen.
Waspada Banjir Rob
Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Usman Efendi mengakatan, banjir rob masih menjadi ancaman di kawasan pesisir Pantura, karena air laut pasang masih berlangsung di perairan utara Jawa Tengah dengan ketinggian maksimum 1 meter pada pukul 01.00-06.00 WIB."Waspada terhadap banjir di kawasan pesisir Pantura, karena akan mengganggu aktivitas warga seperti transportasi, bongkar muat barang di pelabuhan, budidaya perikanan darat dan petani garam, " ujar Usman.

Aktivitas nelayan di Pantai Malabero Kota Bengkulu, Selasa (27/10/2026). ANTARA/Anggi Mayasari
Selain itu gelombang tinggi di perairan utara, cukup landai dengan ketinggian 0,5-1,25 meter sehingga cukup aman untuk aktivitas pelayaran. Sedangkan di perairan selatan ketinggian gelombang mencapai 1,25-2,5 meter cukup berisiko bagi aktivitas pelayaran seperti kapal nelayan, tongkang maupun kapal barang dan penumpang saat kecepatan angin tinggi.
"Resiko terhadap pelayaran, bagi kapal nelayan saat kecepatan angin di atas 15 knot, kapal tongkang ketika kecepatan angin di atas 16 knot dan kapal barang maupun penumpang (ferry) saat kecepatan angin diatas 20 knot," jelas Usman.