Sinoptik kondisi perairan Sumatera Utara pada 25-28 Oktober 2026. ANTARA/HO-BMKG
BMKG Ingatkan Potensi Gelombang Tinggi 4 Meter di Perairan Nias Sumut
Whisnu Mardiansyah • 24 October 2026 15:38
Medan: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan nelayan dan pelaku pelayaran untuk mewaspadai potensi gelombang laut setinggi empat meter di Samudra Hindia sebelah Barat Kepulauan Nias, Sumatra Utara. Gelombang tinggi tersebut diperkirakan terjadi pada 25–28 Oktober 2026 akibat pengaruh angin kencang.
"Gelombang tinggi tersebut berpotensi terjadi dari 25 hingga 28 Oktober. Kondisi itu harus diwaspadai karena dapat mengganggu pelayaran," kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan, Dasmian Sulviani, di Medan, seperti dilansir Antara, Sabtu, 24 Oktober 2026.
BMKG menjelaskan, keberadaan sirkulasi siklonik di Samudra Hindia sebelah barat Nias memicu terbentuknya belokan angin dan pertemuan massa udara di wilayah Sumatera Utara. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan konvektif di daerah itu.
Sementara itu, pola angin di wilayah Sumatra Utara bagian utara umumnya bergerak dari arah barat daya hingga barat laut dengan kecepatan berkisar 4-20 knot.
Selain di Samudra Hindia sebelah barat Kepulauan Nias, gelombang setinggi 1,25–2,5 meter berpotensi terjadi di sejumlah perairan Sumatera Utara. Wilayah tersebut meliputi perairan Barat dan Tmur Sumatra Utara serta perairan Barat dan Timur Kepulauan Nias dan Kepulauan Batu.
Kondisi gelombang tersebut berisiko mengganggu keselamatan pelayaran, terutama bagi nelayan yang menggunakan perahu. Risiko perlu diwaspadai ketika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.

Ilustrasi: Ombak tinggi di kawasan Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali, Selasa, 4 Agustus 2026. ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Peringatan serupa ditujukan kepada kapal tongkang saat kecepatan angin mencapai 16 knot dengan tinggi gelombang 1,5 meter. Adapun kapal feri perlu mewaspadai kondisi ketika kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.
BMKG mengimbau nelayan dan seluruh pemangku kepentingan pelayaran memperhatikan perkembangan kondisi cuaca dan gelombang sebelum melakukan aktivitas di laut.