Siswa Malaysia Serang Guru dengan Kapak dan Disiarkan Langsung di Media Sosial

Insiden serangan yang terekam cctv di Malaysia. Foto: X/The Straits Times

Siswa Malaysia Serang Guru dengan Kapak dan Disiarkan Langsung di Media Sosial

Fajar Nugraha • 22 October 2026 12:58

Petaling Jaya: Seorang remaja berusia 16 tahun yang diduga menyerang seorang guru di Tunku Putra-HELP International School (TPH) di Kuching, Malaysia Rabu 21 Oktober 2026. Dia juga menyiarkan langsung penyerangan dengan kapak tersebut melalui media sosial.

Penjabat Komisaris Polisi Sarawak, Saifullizan Ishak mengatakan bahwa rekaman berdurasi 12 menit 6 detik itu memperlihatkan serangan tersebut dari sudut pandang sang remaja, seperti dilaporkan oleh Sinar Harian.

“Video (penyerangan) tersebut telah dihapus oleh Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia (MCMC),” ujar Saifullizan Ishak, dikutip dari Free Malaysia Today, Kamis 22 Oktober 2026.

Saifullizan menyatakan bahwa polisi sedang menyelidiki kasus ini berdasarkan Pasal 324 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terkait tindak pidana dengan sengaja menimbulkan luka menggunakan senjata berbahaya, serta Pasal 6(1) Undang-Undang Bahan Peledak tahun 1957.

Ia menyebutkan bahwa siswa tersebut sempat ditahan, namun kemudian dibebaskan dengan jaminan polisi.

Guru dalam proses pemulihan

Dalam sebuah pernyataan, pihak sekolah menyampaikan bahwa kondisi guru tersebut stabil pascakejadian. Disebutkan pula bahwa para siswa di ruang kelas tempat kejadian berlangsung berhasil mengevakuasi diri, dan tidak ada orang lain yang mengalami cedera.

Sekolah ditutup lebih awal sebagai langkah pencegahan atas saran pihak kepolisian, dan para orang tua telah diberitahu untuk menjemput anak-anak mereka.

“Saat ini, guru tersebut dalam proses pemulihan yang baik dan tidak mengalami cedera kritis,” ucap pihak sekolah.

“TPH sangat menghargai keberanian dan ketenangan guru kami selama kejadian berlangsung, serta mendoakan agar beliau segera pulih sepenuhnya,” imbuh pernyataan itu.

“Siswa yang diduga terlibat dalam insiden ini bukan lagi siswa aktif di TPH,” demikian pernyataan pihak sekolah.

Pihak sekolah mengonfirmasi bahwa kegiatan belajar-mengajar akan kembali berlangsung besok setelah mendapatkan izin dari pihak berwenang. Mereka juga menyatakan telah meninjau kembali protokol keselamatan dan memperketat langkah-langkah keamanan.

Tiga petugas polisi tambahan (auxiliary police) akan ditempatkan di lingkungan sekolah, dan pemeriksaan keamanan yang memadai akan diberlakukan bagi setiap orang yang memasuki area kampus.

Sekolah juga tengah mempertimbangkan langkah-langkah keamanan jangka panjang yang lebih komprehensif.

Tim pimpinan sekolah akan mengadakan pertemuan untuk menjelaskan insiden tersebut, menanggapi kekhawatiran para siswa, serta menyediakan dukungan konseling bagi mereka yang membutuhkan.

Secara terpisah, Departemen Pendidikan Sarawak menyatakan telah menghubungi pihak sekolah dan siap memberikan dukungan kepada pihak-pihak yang terdampak.

(Fajar Nugraha)