Kondisi asap pekat menyelimuti sejumlah kawasan di Kota Kuala Kapuas, Kabupaten Kapuas, Minggu, 25 Oktober 2026. ANTARA/All Ikhwan
Diselimuti Asap Pekat, Warga Kapuas Diimbau Waspada saat Beraktivitas di Luar
Silvana Febiari • 25 October 2026 18:40
Kapuas: Pemerintah Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di luar rumah. Khususnya, pengendara yang melintas di tengah asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Kami mengimbau pengguna jalan agar berhati-hati dalam mengendarai kendaraan, menyalakan lampu, dan menggunakan masker saat berada di luar,” kata Ketua Harian Pelaksana Satgas Penanganan Tanggap Darurat Bencana Kekeringan dan Karhutla Kapuas Pangeran S Pandiangan, dilansir dari Antara, Minggu, 25 Oktober 2026.
Kondisi saat ini, khususnya di Kota Kuala Kapuas, diselimuti asap pekat akibat karhutla. Jarak pandang pengguna jalan menurun hingga berkisar 100–200 meter.
Baca Juga :
Kabut asap terlihat menyelimuti sejumlah kawasan di Kota Kuala Kapuas. Asap yang menyebar di udara membuat lingkungan tampak berkabut dan mengurangi jarak pandang, terutama pengendara yang melintas di wilayah terdampak.
Selain itu, ia meminta masyarakat menutup pintu dan jendela rumah untuk mengurangi masuknya asap ke dalam ruangan. Warga juga diimbau membatasi aktivitas di luar rumah apabila tidak ada keperluan mendesak.
Paparan asap karhutla dapat menurunkan kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan, perlu mendapat perhatian khusus agar terhindar dari dampak buruk asap.
"Kondisi kabut asap ini berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Kapuas," ungkap Pangeran.

Dokumentasi. Petugas melakukan pemadaman kebakaran lahan. (ANTARA/Rendhik Andika.)
Berdasarkan data per 24 Oktober 2026, tercatat 13 kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar 865 hektare. Jumlah titik panas 1.595 titik tersebar di sejumlah kecamatan. Kecamatan Mantangai menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 1.440 titik.
Masyarakat juga diingatkan agar tidak melakukan pembakaran lahan untuk membuka kebun maupun membersihkan area pertanian. Hal itu dapat memicu kebakaran yang lebih luas.