Operasional Bandara Kertajati Jadi Pusat Perawatan Pesawat Dikebut

Bandara Kertajati. Foto: Medcom.id/Ahmad Rofahan.

Operasional Bandara Kertajati Jadi Pusat Perawatan Pesawat Dikebut

Fachri Audhia Hafiez • 22 July 2026 16:38

Jakarta: Pemerintah mengejar proses pengalihan pengelolaan aset Bandara Internasional Kertajati di Majalengka, Jawa Barat, dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Bandara ini bakal dikembangkan sebagai pusat pemeliharaan, perbaikan, dan operasi (maintenance, repair, and overhaul/MRO) yang ditargetkan beroperasi secepatnya.

"Kita inginnya secepatnya, tapi kan semua butuh proses. Karena itu juga ada pengalihan aset yang tadinya milik Pemprov Jawa Barat untuk kemudian pengelolaannya akan dialihkan ke pemerintah pusat," ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dilansir Antara, Rabu, 22 Juli 2026.
 


Prasetyo menjelaskan langkah pengalihan dan pengembangan MRO ini merupakan upaya mengoptimalkan infrastruktur yang sudah terbangun agar memberikan dampak ekonomi yang lebih besar. Pemerintah menargetkan fasilitas MRO di Bandara Kertajati tersebut dapat mulai beroperasi pada tahun ini.

Selain pusat perawatan pesawat, pemerintah menyiapkan sejumlah skenario lain untuk menghidupkan aktivitas penerbangan di Kertajati. Salah satunya memanfaatkan bandara itu sebagai embarkasi haji.


Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta.

Prasetyo meyakini berjalannya berbagai fungsi di Bandara Kertajati akan menciptakan efek berganda (multiplier effect). Khususnya, bagi perekonomian masyarakat di kawasan sekitar.

"Termasuk kita meyakini kalau Kertajati nanti bisa kita hidupkan, ekosistem ekonomi masyarakat, multiplier effect-nya itu akan pasti secara otomatis dia akan tumbuh," kata Prasetyo.

Ia menambahkan, fasilitas MRO di Bandara Kertajati nantinya tidak hanya diperuntukkan bagi kebutuhan pertahanan, tetapi juga melayani penerbangan sipil. Lokasi yang strategis serta area bandara yang luas dinilai sangat memadai untuk menjalankan berbagai fungsi penerbangan nasional secara bersamaan.

(Fachri Audhia Hafiez)