Piala Dunia 2026 Pecahkan Rekor Penonton, FIFA Klaim Turnamen Sukses

Piala Dunia. Foto: Dok. FIFA.

Piala Dunia 2026 Pecahkan Rekor Penonton, FIFA Klaim Turnamen Sukses

Khoerun Nadif Rahmat • 19 July 2026 14:37

Jakarta: Piala Dunia 2026 mencatat rekor jumlah penonton sepanjang penyelenggaraan turnamen. Menjelang final antara Argentina dan Spanyol, FIFA menyebut edisi terbesar dalam sejarah itu berjalan sukses meski sebelumnya dibayangi berbagai kekhawatiran, mulai dari format 48 tim hingga tingginya harga tiket.

Menjelang final yang mempertemukan juara bertahan Argentina melawan Spanyol, FIFA sudah dapat mengklaim turnamen tersebut sebagai sebuah keberhasilan. Kekhawatiran bahwa penambahan peserta menjadi 48 tim akan menurunkan kualitas kompetisi terbukti tidak terjadi. Sebaliknya, Piala Dunia 2026 menghadirkan banyak drama dan kejutan.
 


Tanjung Verde menjadi salah satu tim yang mencuri perhatian setelah menahan imbang Spanyol tanpa gol pada laga pembuka. Tim asal Afrika itu kemudian menyulitkan Argentina yang diperkuat Lionel Messi pada babak 32 besar sebelum akhirnya kalah 2-3 melalui perpanjangan waktu. Curacao yang hanya berpenduduk sekitar 185.000 jiwa juga mampu menahan Ekuador dengan skor 0-0.

Mesir mencatat sejarah dengan lolos ke babak gugur untuk pertama kalinya. Tim berjuluk The Pharaohs bahkan sempat unggul 2-0 atas Argentina hingga 11 menit menjelang laga usai sebelum akhirnya takluk berkat kebangkitan yang dipimpin Messi. 

Mesir dan Tanjung Verde menjadi bagian dari rekor sembilan wakil Afrika yang berhasil melaju ke fase gugur, menandai perkembangan sepak bola di benua tersebut.

Para bintang dunia juga tampil gemilang sepanjang turnamen. Messi yang menjalani Piala Dunia keenam langsung membuka kiprah dengan hattrick ke gawang Aljazair pada laga pertama Argentina.

Menjelang final, kapten Albiceleste itu telah mengoleksi delapan gol, tertinggal dua gol dari kapten Prancis Kylian Mbappe yang memimpin daftar pencetak gol dengan 10 gol. Torehan tersebut sekaligus membuat Mbappe menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan total 22 gol.

Penyerang Norwegia Erling Haaland juga menjadi sorotan setelah mencetak tujuh gol, termasuk dua gol saat menyingkirkan Brasil pada babak 16 besar. Gelandang Inggris Jude Bellingham turut membukukan tujuh gol, sedangkan Harry Kane menambah enam gol untuk membawa Three Lions merebut peringkat ketiga. Adapun tiga negara tuan rumah, Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat, sama-sama terhenti di babak 16 besar.

Sepanjang turnamen, tercipta 307 gol dari 103 pertandingan dengan rata-rata 2,98 gol per laga. Catatan tersebut menjadi yang tertinggi sejak Piala Dunia 1958 di Swedia yang mencatat rata-rata 3,6 gol per pertandingan.

Atmosfer di stadion juga menjadi salah satu daya tarik utama. Meski harga tiket melonjak akibat kebijakan dynamic pricing yang diterapkan FIFA dan sempat dikecam kelompok suporter sebagai "sebuah pengkhianatan monumental", stadion-stadion tetap dipenuhi penonton yang rela mengeluarkan ribuan dolar untuk menyaksikan pertandingan secara langsung.


Piala Dunia 2026. Foto: Media sosial X FIFA @FIFAcom.

Berdasarkan data FIFA yang dirilis sebelum laga perebutan tempat ketiga yang dimenangi Inggris, turnamen tersebut menarik 6.665.825 penonton. Jumlah itu melampaui total gabungan penonton Piala Dunia 2018 dan 2022. Rata-rata kehadiran mencapai 65.351 penonton per pertandingan dengan tingkat keterisian stadion sebesar 99,7%.

Kemeriahan juga terasa di luar stadion. Suporter Skotlandia yang tergabung dalam Tartan Army memadati bar-bar di Boston, sementara pendukung Norwegia menggelar aksi massal Viking row di Times Square. Kota-kota tuan rumah pun berubah menjadi pusat perayaan para penggemar sepak bola dari berbagai negara.

Di Amerika Serikat, yang menjadi lokasi sebagian besar dari 104 pertandingan, banyak wisatawan asing membagikan pengalaman mereka di media sosial. Mereka menyoroti berbagai sisi budaya Amerika, mulai dari supermarket berukuran besar, iga panggang berukuran jumbo, hingga saus ranch.

Di balik kesuksesan tersebut, sejumlah kontroversi tetap mewarnai penyelenggaraan turnamen. Wasit asal Somalia, Omar Artan, menjadi salah satu pihak yang terdampak kebijakan imigrasi Presiden Donald Trump setelah ditolak masuk ke Amerika Serikat dengan alasan "masalah pemeriksaan keamanan".

Tim nasional Iran juga mengeluhkan kebijakan pemerintah Amerika Serikat. Setelah memindahkan pemusatan latihan dari Arizona ke Meksiko, para pemain dan ofisial Iran diwajibkan meninggalkan Amerika Serikat hanya beberapa jam setelah pertandingan karena pembatasan visa.

"Saya pikir kami adalah tim yang paling tertindas di Piala Dunia," kata pelatih Iran Amir Ghalenoei dikutip dari AFP.

Kontroversi terbesar melibatkan tuan rumah Amerika Serikat ketika terungkap Trump melakukan intervensi kepada Presiden FIFA Gianni Infantino untuk menunda hukuman skorsing satu pertandingan yang diterima penyerang AS, Folarin Balogun, menjelang laga babak gugur melawan Belgia. Peristiwa itu memicu kritik luas terhadap tuan rumah dan disambut gembira banyak penggemar ketika Belgia akhirnya mengalahkan Amerika Serikat dengan skor 4-1.

Meski skandal tersebut sempat mencoreng citra Infantino, peluangnya untuk kembali memimpin FIFA dinilai tetap kuat. Konfederasi Asia, Afrika, dan Amerika Selatan telah menyatakan dukungan terhadap pencalonannya pada pemilihan Presiden FIFA 2027.

Berbekal keberhasilan penyelenggaraan Piala Dunia 2026, Infantino diperkirakan akan mendorong pembahasan ekspansi lebih lanjut, termasuk kemungkinan menambah jumlah peserta menjadi 64 tim pada Piala Dunia 2030. 

(Fachri Audhia Hafiez)