NATO Sebut Negara-Negara Eropa Telah Tutupi Kekurangan Jumlah Pasukan AS

NATO menyatakan negara-negara Eropa telah mengisi sebagian besar kekurangan kemampuan militer setelah AS mengurangi jumlah pasukannya. (Anadolu Agency)

NATO Sebut Negara-Negara Eropa Telah Tutupi Kekurangan Jumlah Pasukan AS

Willy Haryono • 4 July 2026 15:26

Brussel: Wakil Panglima Tertinggi NATO untuk Eropa (DSACEUR) John Stringer mengatakan negara-negara anggota NATO di Eropa telah mengisi sebagian besar kekurangan kemampuan militer yang muncul setelah Amerika Serikat mengurangi rencana penguatan pasukannya di kawasan tersebut.

Dalam wawancara dengan Bloomberg yang dipublikasikan pada Jumat, 3 Juli 2026, Stringer menyebut negara-negara Eropa telah meningkatkan kontribusinya untuk menjaga kesiapan aliansi.

"Sekutu-sekutu Eropa benar-benar telah mengambil langkah untuk mengisi penyesuaian pasukan Amerika Serikat di Eropa. Hal ini menunjukkan Eropa yang lebih kuat dalam NATO yang lebih kuat," ujar Stringer.

Pernyataan itu disampaikan setelah Amerika Serikat mengumumkan pengurangan signifikan terhadap jumlah pasukan yang akan dikerahkan ke Eropa apabila terjadi perang atau krisis besar. Kebijakan tersebut mendorong pimpinan militer NATO meminta negara-negara Eropa menyiapkan tambahan pasukan guna menutupi kekurangan tersebut.

Stringer, mantan pilot pesawat tempur Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF), mengatakan negara-negara Eropa akan menggunakan kemampuan alternatif apabila tidak dapat menyediakan aset militer yang setara dengan milik Amerika Serikat.

Menurutnya, pembagian tanggung jawab di dalam NATO kini dilakukan secara proporsional dan didasarkan pada pertimbangan militer, sekaligus mencerminkan kesiapan negara-negara Eropa untuk menyesuaikan diri dengan perubahan prioritas pertahanan Washington.

Ia juga menilai kebutuhan untuk menyeimbangkan kembali pembagian tanggung jawab di dalam aliansi telah berlangsung selama bertahun-tahun dan kontribusi negara-negara Eropa terus meningkat.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengkritik sekutu-sekutu Eropa di NATO karena dinilai belum membagi beban pertahanan secara adil.

Melalui platform Truth Social pada Kamis lalu, Trump menyebut hubungan tersebut "tidak masuk akal" karena Amerika Serikat masih menanggung porsi terbesar beban pertahanan aliansi, sementara sejumlah negara anggota dinilai belum meningkatkan belanja militernya secara memadai.

Baca juga:  Jelang KTT Ankara, Trump Sebut Hubungan AS dan NATO Tidak Lagi Timbal Balik

(Willy Haryono)