Mulai November 2026, Kawasan Malioboro Yogyakarta Bakal Bebas Kendaraan

Salah satu sudut kawasan Malioboro Yogyakarta. Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim

Mulai November 2026, Kawasan Malioboro Yogyakarta Bakal Bebas Kendaraan

Ahmad Mustaqim • 6 July 2026 14:11

Yogyakarta: Kawasan jalanan di Malioboro, Yogyakarta, disiapkan menjadi kawasan bebas kendaraan atau khusus pejalan kaki (full pedestrian) mulai November 2026. Akses jalan sirip di sekitar Malioboro bakal ditutup menggunakan portal.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DIY, Chrestina Erni Widyastuti, menjelaskan bahwa pengadaan portal sudah diproses sejak bulan lalu. Jalan-jalan yang diportal merupakan akses jalan sirip di sekitar kawasan Malioboro. 

"Portal ini dipasang di setiap ruas jalan sirip yang menjadi penghubung atau akses masuk langsung menuju koridor utama Malioboro," kata Erni dihubungi, Senin, 6 Juli 2026. 

Jumlah portal yang disiapkan sekitar 13 unit dengan pagu anggaran sekitar Rp230 juta. Titik-titik jalan yang diportal antara lain Jalan Abu Bakar Ali, Jalan Beskalan, Jalan Dagen, Jalan Ketandan Kulon, Jalan Pabringan, Jalan Pajeksan, Jalan Perwakilan, Jalan Reksobayan Selatan, Jalan Remujung, Jalan Sosrowijayan, Jalan Sosrokusuman, Jalan Suryatmajan, dan Jalan Sosromenduran. Jumlah portal masing-masing jalan sirip sekitar 1-2 unit. 

Erni mengungkapkan pemortalan jalan-jalan pada sirip Malioboro untuk menghalau kendaraan yang nekad melintas. Pasalnya, jalan-jalan sirip tersebut menjadi titik yang diterobos pengemudi kendaraan meski telah dipasangi rambu larangan melintas pada salah satu jalur. 

Menurut dia, langkah itu juga sekaligus memberikan ruang sepenuhnya bagi pejalan kaki di Malioboro, termasuk wisatawan domestik dan mancanegara maupun warga sekitar. Dengan menutup akses kendaraan, kata dia, pejalanan kaki akan lebih aman dan nyaman. 

"Kami melakukan manajemen akses dengan mengontrol sirkulasi kendaraan secara ketat agar Malioboro bersih dari kepadatan lalu lintas," ujarnya.

Papan Jalan Malioboro Yogyakarta. Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim

Meski demikian, Erni memastikan portal tersebut dikonsep dengan sistem buka-tutup dalam situasi tertentu. Penutupan jalan sirip tidak bersifat permanen agar pengusaha atau pedagang di kawasan tersebut tetap bisa melakukan bongkar-muat barang logistik. Aktivitas bongkar-muat akan dijadwalkan pada malam hingga dini hari, serta pagi hari sebelum pukul 09.00 WIB.

"Memang kebijakan ini ada ada kekhawatiran para pedagang mengenai penurunan omzet akibat akses logistik yang dibatasi jam tertentu. Namun, kawasan full pedestrian yang tertata dan ramah pejalan kaki terbukti secara global dapat meningkatkan durasi kunjungan wisatawan," kata dia.

(Lukman Diah Sari)