BRI Life Perkuat UMKM Sleman, Singkong Diolah Jadi Produk Bernilai Tinggi

Ilustrasi. Foto: Medcom.id.

BRI Life Perkuat UMKM Sleman, Singkong Diolah Jadi Produk Bernilai Tinggi

Ade Hapsari Lestarini • 8 July 2026 17:37

Jakarta: PT Asuransi BRI Life (BRI Life) memperkuat pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kalurahan Gayamharjo, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) tahap II.

Program yang dijalankan bersama BRI Research Institute (BRIRINS Institute) tersebut berlangsung selama tiga bulan, yakni Maret hingga Mei 2026. Pendampingan difokuskan pada peningkatan kapasitas pelaku UMKM berbasis komoditas singkong agar mampu menghasilkan produk olahan bernilai tambah dan berdaya saing.

Melalui program tersebut, BRI Life tidak hanya memberikan dukungan berupa sarana produksi, tetapi juga memperkuat tata kelola usaha, inovasi produk, literasi keuangan, serta perluasan akses pasar sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan.

Head of Corporate Secretary Division BRI Life Ade Nasution mengatakan pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu fokus perusahaan dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

"Bagi BRI Life, keberhasilan sebuah program CSR tidak hanya diukur dari bantuan yang diberikan, tetapi dari kemampuan masyarakat untuk terus berkembang setelah program selesai dilaksanakan. Karena itu kami menghadirkan program yang tidak hanya menyediakan sarana produksi, tetapi juga memperkuat kapasitas usaha melalui pendampingan yang terstruktur bersama BRIRINS Institute. Kami berharap program ini mampu melahirkan UMKM yang lebih mandiri, adaptif, dan memiliki daya saing sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan," ujar Ade, dalam keterangan tertulis, Rabu, 8 Juli 2026.

Selama pendampingan, BRI Life bersama BRIRINS Institute membantu Kelompok UMKM Monalisa mengembangkan proses produksi, tata kelola administrasi, inovasi produk, hingga strategi pemasaran.

Salah satu hasil program tersebut adalah lahirnya Pie Susu Kambing Mocaf, produk berbahan tepung mocaf dari singkong yang dipadukan dengan susu kambing lokal sehingga memiliki nilai tambah dan peluang pasar yang lebih luas.
 




Kelompok UMKM Monalisa mengolah singkong menjadi produk bernilai tinggi. Foto: dok BRI Life.
 

Modernisasi proses produksi


BRI Life juga mendukung modernisasi proses produksi melalui penyediaan oven bertingkat, meja kerja berbahan stainless steel, serta perangkat digital untuk pencatatan usaha. Selain itu, sebanyak 30 anggota UMKM Monalisa memperoleh perlindungan Asuransi Mikro Kecelakaan, Kesehatan, dan Meninggal Dunia (AMKKM) yang disertai edukasi literasi keuangan untuk memperkuat ketahanan finansial.

Untuk menjaga keberlanjutan usaha dari sisi hulu, program ini turut melibatkan pakar pertanian dari Universitas Gadjah Mada (UGM) yang memberikan pendampingan mengenai pengendalian hama dan penyakit tanaman agar kualitas bahan baku tetap terjaga.

Koordinator Rumah Produksi dan Pemasaran UMKM Monalisa, Mantik Bimo Nugroho, mengatakan pendampingan tersebut membantu meningkatkan kemampuan kelompok dalam mengelola usaha, memanfaatkan teknologi digital, serta memperluas pemasaran produk olahan mocaf.

Apresiasi juga disampaikan Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman Aris Herbandang. Menurutnya, program ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan daya saing UMKM berbasis potensi lokal.

Melalui program CSR tersebut, BRI Life menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal. Ke depan, perusahaan akan terus mengembangkan program yang mendukung kemandirian masyarakat, memperkuat UMKM, dan menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan.

(Ade Hapsari Lestarini)