Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko PT Jasa Raharja, Harwan Muldidarmawan. (Istimewa)
Kuliah Tamu di UGM, Harwan Ungkap Strategi Bangun Kepercayaan Publik
Lukman Diah Sari • 6 April 2026 21:38
Yogyakarta: Penerapan compliance dan ethics yang terintegrasi menjadi fondasi utama dalam membangun tata kelola perusahaan yang baik serta mendorong keberlanjutan organisasi. Hal tersebut disampaikan Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko PT Jasa Raharja, Harwan Muldidarmawan, dalam kuliah tamu, mata kuliah Business Ethics for Sustainability untuk kelas MBA/IMBA Angkatan 87 di Program Studi Master of Business Administration, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (MBA FEB UGM), Yogyakarta, pada 31 Maret 2026.
Menurut Harwan, penerapan prinsip etika bisnis dan kepatuhan tidak hanya sebatas memenuhi aspek regulatif, tetapi harus terintegrasi dalam proses bisnis dan pengambilan keputusan. Pendekatan tersebut diperkuat melalui pengelolaan risiko yang terukur serta pembangunan budaya perusahaan yang menjunjung tinggi integritas dan akuntabilitas.
“Kepatuhan terhadap regulasi yang dijalankan dengan penuh amanah, disertai strategi manajemen yang tepat, tidak hanya memastikan operasional perusahaan berjalan sesuai ketentuan, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik sebagai aset utama perusahaan,” ujarnya, melalui rilis yang diterima pada Senin, 6 April 2026.

Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko PT Jasa Raharja, Harwan Muldidarmawan. (Istimewa)
Bagi perusahaan di sektor layanan publik, kata dia, keseimbangan antara kepatuhan, etika, dan kinerja menjadi kunci menghadirkan layanan berkelanjutan sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Dalam kesempatan itu, Harwan memaparkan bahwa PT Jasa Raharja menempatkan etika sebagai fondasi utama dalam kerangka Governance, Risk, and Compliance (GRC).
Implementasi tersebut dilakukan melalui penerapan Code of Conduct, penguatan budaya integritas dengan prinsip zero tolerance to fraud, serta integrasi etika dalam proses bisnis, layanan, dan pengelolaan risiko. Pendekatan ini juga didukung sistem digital seperti ekosistem GRC dan JRCare.
Upaya tersebut dinilai mampu membangun kepercayaan publik dan menjaga keberlanjutan layanan dalam jangka panjang. Kinerja perusahaan, kata Harwan, tetap solid.
Sementara itu, Direktur MBA FEB UGM Amin Wibowo menapresiasi kehadiran Harwan sebagai praktisi yang berbagi pengalaman langsung kepada mahasiswa. Ia menilai, kehadiran praktisi dalam perkuliahan memberikan kesempatan bagi mahasiswa memperoleh pengalaman langsung terkait implementasi.
“Terima kasih atas perkenan Bapak Harwan hadir dan mengisi kelas kali ini, menjadi bekal penting bagi mahasiswa UGM karena berkesempatan untuk bertemu dalam satu forum Business Ethics for Sustainability, di mana mahasiswa dapat belajar secara langsung dari praktik yang dilakukan oleh Jasa Raharja,” ujar Amin.