Ilustrasi grafik gempa bumi. (Metrotvnews.com)
Lagi, Pangandaran Diguncang Gempa Magnitudo 4,2
Media Indonesia • 5 May 2026 08:23
Pangandaran: Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4.2 mengguncang Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, sekitar pukul 05.14.40 WIB. Pusat gempa berada di koordinat 8,1 LS dan 107,87 BT, sekitar 81 kilometer barat daya Pangandaran.
Deni Nugraha (40), warga Kecamatan Parigi, mengatakan gempa di Pangandaran terasa hingga ke dalam rumah. Sebagian warga bahkan sempat berlari keluar sambil membawa anak untuk menyelamatkan diri, sementara guncangan juga mengejutkan keluarganya setelah salat subuh meski tidak ada korban.
"Gempa bumi yang terjadi memang terasa membuat tetangga rumahnya berlari keluar untuk menyelamatkan diri, semuanya takut pada kejadian yang pernah terjadi di tahun lalu. Akan tetapi, setelah kejadian kami dan tetangga masuk rumah meski gelombang air laut tetap normal," ujar Deni di Pangandaran Selasa, 5 Mei 2026.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, Abdul Azis Riswandi mengatakan, gempa bumi 4,2 magnitudo yang terjadi berpusat di Kabupaten Pangandaan kedalaman 21 kilometer tersebut tak berpotensi tsunami. Ia menyebut hingga saat ini belum ada laporan kerusakan rumah di wilayah Tasikmalaya akibat gempa tersebut.
"Relawan BPBD di beberapa lokasi tengah melakukan cek rumah pasca-gempa bumi yang dirasakan masyarakat di Kecamatan Puspahiang, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya. Karena, lokasi terpusat di Kabupaten Pangandaran dan getaran terasa hingga Kota Tasikmalaya tapi gelombang laut Cipatujah masih tetap normal," paparnya.

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4.2 mengguncang Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Selasa, 5 Mei 2026. (Dokumentasi/ BMKG)
Berdasarkan BMKG, gempa bumi di Pangandaran tercatat memiliki magnitudo 4,2 berdasarkan hasil analisis terbaru. Episenter gempa berada pada koordinat 8,1 LS dan 107,87 BT atau sekitar 81 kilometer barat daya Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, dengan kedalaman 21 kilometer.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi di Pangandaran tergolong gempa dangkal. Gempa ini diduga dipicu oleh aktivitas sesar aktif di bawah laut. (MI/Kristiadi)