Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf menyampaikan keterangan saat menghadiri undangan iftar Ramadhan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/3/2026). (ANTARA/Maria Cicilia Galuh)
Gus Yahya Nilai Belasungkawa Prabowo ke Iran Bentuk Sikap Kemanusiaan
Achmad Zulfikar Fazli • 5 March 2026 20:51
Jakarta: Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), menilai ucapan belasungkawa yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto atas wafatnya mendiang pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei merupakan sikap yang wajar dalam hubungan kantarbangsa. Ucapan belasungkawa tersebut sebagai bentuk sikap kemanusiaan.
"Saya kira iya, namanya orang meninggal ya kita berbelasungkawa," kata Gus Yahya di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dilansir dari Antara, Kamis, 5 Maret 2026.
Gus Yahya menyampaikan belasungkawa adalah hal yang sewajarnya dilakukan ketika ada tokoh atau pemimpin yang meninggal dunia. Dia mengatakan sikap tersebut merupakan bentuk empati dan penghormatan terhadap sesama manusia.
Gus Yahya menambahkan Nahdlatul Ulama juga menyampaikan belasungkawa atas wafatnya pemimpin tertinggi Iran tersebut. Namun, dia menekankan yang lebih penting dari sekadar respons duka adalah upaya nyata untuk menghentikan kekerasan yang terus terjadi di kawasan tersebut.
"Tapi, selebihnya kemudian adalah upaya sekuat tenaga untuk menghentikan kekerasan dan mewujudkan perdamaian," kata dia.
_%20jpg.jpg)
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dikonfirmasi meninggal dunia pada Minggu, 1 Maret 2026. (EPA / KHAMENEI OFFICIAL WEBSITE).
Baca Juga:
Presiden Prabowo Kirim Surat Duka Cita Atas Wafatnya Ayatollah Khamenei |
Menurut dia, berbagai pihak harus berjuang sekuat tenaga untuk menghentikan konflik dan mewujudkan perdamaian. Dia menegaskan langkah menghentikan kekerasan menjadi hal mendesak agar situasi tidak semakin memburuk dan tidak menimbulkan korban yang lebih luas.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono secara resmi menyampaikan pernyataan belasungkawa Pemerintah Indonesia atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang gugur dalam serangan Amerika Serikat-Israel.
Surat itu disampaikan Sugiono kepada Duta Besar Iran untuk RI Mohammad Boroujerdi dalam pertemuan keduanya di Jakarta, Rabu, 4 Maret 2026.