Otoritas Korea Selatan menggeledah badan intelijen terkait kasus drone yang ditembak jatuh di Korea Utara. (Anadolu Agency)
Badan Intelijen Korsel Digeledah Terkait Kasus Drone ke Korea Utara
Muhammad Reyhansyah • 10 February 2026 16:14
Seoul: Otoritas Korea Selatan menggeledah badan intelijen nasional pada Selasa, 10 Februari 2026 dalam rangka penyelidikan mengenai bagaimana sebuah drone diterbangkan melintasi perbatasan dan kemudian ditembak jatuh di wilayah Korea Utara.
Dilansir dari Channel News Asia, Pyongyang sebelumnya menuduh Seoul telah menerbangkan drone ke Kaesong awal tahun ini, serta merilis gambar yang diklaim menunjukkan puing-puing pesawat tanpa awak tersebut.
Pemerintah Korea Selatan semula membantah keterlibatan negara dan menyatakan kemungkinan drone tersebut dioperasikan oleh warga sipil.
Namun, kepolisian pada Selasa mengatakan tengah menyelidiki tiga prajurit aktif dan seorang pegawai badan intelijen yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.
Dalam sebuah pernyataan, otoritas menyebutkan bahwa surat perintah penggeledahan dan penyitaan telah dilaksanakan di 18 lokasi, termasuk Defense Intelligence Command dan National Intelligence Service.
Selain itu, tiga warga sipil telah didakwa atas dugaan keterlibatan mereka dalam skandal drone tersebut. Salah satu dari mereka secara terbuka mengaku bertanggung jawab, dengan alasan tindakannya dilakukan untuk mendeteksi tingkat radiasi dari fasilitas pengolahan uranium Pyongsan di Korea Utara.
Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung sebelumnya menyatakan bahwa penerbangan drone ke wilayah Korea Utara setara dengan “melepaskan tembakan” melintasi perbatasan.
Kasus ini juga menyeret nama mantan presiden Yoon Suk Yeol, yang kini tengah menjalani persidangan atas tuduhan secara ilegal mengirim drone ke Korea Utara guna menciptakan dalih pemberlakuan darurat militer pada akhir 2024.
Upaya Yoon untuk membalikkan pemerintahan sipil tersebut gagal. Ia kemudian dimakzulkan dan dicopot dari jabatannya pada April tahun lalu.
Baca juga: Korea Utara Tuduh Korea Selatan Lakukan Pelanggaran Drone Baru, Seoul Membantah