Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. Foto: Anadolu
Iran Peringatkan Serangan Terhadap Infrastruktur Akan Picu Balasan Dahsyat
Fajar Nugraha • 23 July 2026 12:38
Teheran: Pemerintah Iran memberikan peringatan keras pada Rabu, 22 Juli, bahwa setiap bentuk serangan yang menargetkan infrastrukturnya akan memicu respons yang dahsyat dan tegas.
Iran juga memperingatkan bahwa negara-negara yang mendukung serangan tersebut akan dianggap sebagai target sah.
Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menyampaikan peringatan tersebut melalui sebuah unggahan di platform sosial media X, dengan menyatakan bahwa doktrin pertahanan Iran berlandaskan pada prinsip mata dibalas mata.
"Doktrin pertahanan kami sangat jelas: mata dibalas mata," tulis Araghchi, seperti dikutip Anadolu pada, Kamis, 23 Juli 2026.
Araghchi menambahkan bahwa pihak-pihak yang berkontribusi terhadap agresi tersebut, dalam bentuk dukungan apa pun, juga akan dikategorikan sebagai target yang sah.
Pernyataan tersebut mengemuka beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan bahwa Washington akan menyerang infrastruktur Iran jika Tehran menyerang kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
Trump menegaskan bahwa AS akan membidik jembatan atau pembangkit listrik di Iran sebagai balasan atas setiap serangan rudal, drone, maupun jenis serangan lainnya oleh Iran terhadap pelayaran komersial di jalur perairan strategis tersebut.
Sebelumnya, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf memprotes dan memperingatkan bahwa tidak ada negara di kawasan yang dapat menjual minyak jika Iran dihalangi untuk melakukannya, seraya menambahkan bahwa Selat Hormuz tidak akan kembali ke status sebelum perang dan keamanan regional sangat bergantung pada ketiadaan pasukan AS.
Saling lempar ancaman ini mencerminkan eskalasi ketegangan yang kian meningkat di Selat Hormuz pascaperang Iran-AS, serta perselisihan yang terus berlanjut mengenai navigasi dan pengaturan keamanan di perairan strategis tersebut.
(Kelvin Yurcel)