Ilustrasi musim kemarau. Foto: Pexels.
BMKG: Ancaman Kekeringan dan Karhutla Meningkat Sepekean ke Depan
Anggi Tondi Martaon • 28 July 2026 11:32
Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta angin kencang akan meningkat sepekan ke depan seiring menguatnya fenomena El Nino. Hingga Dasarian II Juli 2026, musim kemarau telah meluas ke 509 Zona Musim atau sekitar 72,8 persen wilayah Indonesia.
BMKG mencatat kondisi kering semakin mendominasi dengan curah hujan kategori rendah mencakup 92,93 persen wilayah Indonesia. Sementara itu, sebanyak 89,97 persen wilayah mengalami sifat hujan di bawah normal.
"Dampak kondisi kering mulai terlihat dari adanya laporan kekeringan pada periode 24–27 Juli 2026 di Jawa Tengah serta kejadian kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan," tulis BMKG dikutip dari Media Indonesia, Selasa, 28 Juli 2026.
BMKG menjelaskan penguatan El Nino menjadi faktor utama yang memperparah kondisi kering di Indonesia. Indeks Nino 3.4 tercatat mencapai +2,26 dengan Southern Oscillation Index (SOI) sebesar -28,2. Hal itu mengindikasikan El Nino berintensitas kuat dan masih berpotensi menguat.
Meski demikian, hujan masih berpotensi terjadi secara lokal. Hal itu diakibatkan pengaruh dinamika atmosfer, seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby Ekuatorial, Gelombang Kelvin, serta terbentuknya sirkulasi siklonik di Samudra Pasifik.
Dalam periode 28-30 Juli, BMKG menetapkan status siaga hujan lebat hingga sangat lebat di Sulawesi Selatan. Hujan dengan intensitas sedang juga diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah, antara lain Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Sumatra Selatan, Jawa Timur, Bali, sebagian besar Kalimantan, Maluku, dan sejumlah wilayah Papua.
Selain hujan, angin kencang juga berpotensi melanda Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, dan Papua Selatan.
Kondisi serupa masih berlanjut pada periode 31 Juli hingga 4 Agustus dengan wilayah terdampak meliputi Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, dan Papua Selatan.

Ilustrasi kekeringan. Foto: Medcom.id.
BMKG mengimbau masyarakat menghemat penggunaan air di wilayah yang mulai mengalami kekeringan. Warga juga diingatkan tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara sembarangan.
"Apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran, masyarakat diharapkan segera melaporkannya kepada pihak berwenang agar dapat ditangani sedini mungkin dan tidak meluas," tulis BMKG.
Di sisi lain, masyarakat diminta tetap mewaspadai potensi hujan lokal yang dapat disertai petir dan angin kencang. BMKG mengingatkan masyarakat menghindari berteduh di bawah pohon, baliho, maupun bangunan rapuh saat cuaca buruk, serta rutin memantau informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini resmi BMKG.