Viral Pungli Berfoto di Papan Nama Jalan Malioboro, Ini Kata Pemkot Yogyakarta

Ilustrasi, salah satu titik papan Jalan Malioboro. Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim

Viral Pungli Berfoto di Papan Nama Jalan Malioboro, Ini Kata Pemkot Yogyakarta

Ahmad Mustaqim • 28 July 2026 22:30

Yogyakarta: Sebuah keluhan yang diunggah di media sosial Threads menjadi perbincangan hangat setelah seorang wisatawan mengaku dimintai uang oleh fotografer di kawasan Malioboro, Yogyakarta. Pemilik akun @its_lisstyy menceritakan pengalamannya saat hendak berfoto di papan nama Jalan Malioboro yang terletak di seberang Indomaret Point dan Bakpia Pathok 145.

Dalam unggahannya, wisatawan tersebut menyebut seorang fotografer melarangnya mengabadikan momen secara cuma-cuma di area papan penunjuk jalan dan bangku pedestrian. Sang fotografer mengeklaim papan nama jalan tersebut sebagai miliknya dan mematok tarif Rp5 ribu bagi siapa pun yang ingin berfoto di lokasi itu.

Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Kota Yogyakarta menyesalkan insiden tersebut lantaran area itu merupakan fasilitas publik yang semestinya dapat dinikmati seluruh masyarakat secara bebas. Pihak pengelola mengungkapkan bahwa praktik serupa telah berulang kali ditertibkan.

"Sebelum tindakan dari para fotografer itu sudah kami tertibkan berkali-kali, termasuk properti mereka saya (pengelola) sendiri pernah menegur langsung dan meminta untuk ditempatkan di tempat mereka menyimpan properti," kata Kepala UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Kota, Fitria Dyah Anggraeni, Selasa, 28 Juli 2026.
 


Fitria menjelaskan tindakan monopoli area publik yang dilakukan para fotografer telah berulang kali mendapat peringatan. Ia menegaskan para penyedia jasa tidak dibenarkan mengeklaim fasilitas umum sebagai milik pribadi ataupun kelompok tertentu.

Fitria juga mengungkapkan petugas keamanan kawasan atau Jogomaton secara rutin melakukan pengawasan dan penindakan di sepanjang jalur Malioboro.

"Selain itu Jogomaton juga sudah berkali-kali menegur dan mengingatkan," kata Fitria.


Salah satu sudut wilayah Malioboro Yogyakarta. Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim


Ia menambahkan tersedia sejumlah saluran pengaduan yang dapat diakses wisatawan untuk menyampaikan keluhan di Malioboro. Petugas akan segera mendatangi lokasi dan menangani laporan yang masuk.

"Upaya agar informasi layanan aduan bisa terakses juga kami sampaikan melalui media sosial dan jemput bola dengan giat patroli bersama Jogomaton dan petugas layanan informasi," ucap Fitria.

(Whisnu M)