Trump: AS Dapat 80 Juta Barel Minyak dari Venezuela

Presiden AS Donald Trump. Foto: EPA-EFE.

Trump: AS Dapat 80 Juta Barel Minyak dari Venezuela

Husen Miftahudin • 26 February 2026 08:47

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan AS telah menerima lebih dari 80 juta barel minyak dari Venezuela sejak AS merebut kekuasaan secara paksa dari Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

"Kita baru saja menerima lebih dari 80 juta barel minyak dari teman dan mitra baru kita, Venezuela," kata Trump saat menyampaikan pidato kenegaraan pertamanya sejak memulai masa jabatan keduanya di Gedung Putih, seperti dikutip dari Xinhua, Kamis, 26 Februari 2026.

"Produksi minyak Amerika meningkat lebih dari 600 ribu barel per hari," sambung Trump menambahkan pidato kenegaraannya.

AS telah mengambil alih kendali ekspor minyak Venezuela setelah serangan militer yang menangkap Maduro pada Januari 2026 lalu, yang telah didakwa dengan perdagangan narkoba dan kejahatan lainnya di pengadilan di New York.
 

Baca juga: Konflik AS-Iran Bikin Harga Minyak Dunia Melejit


(Ilustrasi, drum minyak. Foto: Freepik)
 

AS pegang kendali penjualan minyak Venezuela


Sebelumnya Menteri Energi AS Chris Wright menjelaskan Amerika Serikat tidak hanya akan memasarkan minyak yang disimpan di Venezuela, tetapi juga akan mengendalikan penjualan produksi minyak dari negara tersebut tanpa batas waktu.

"Kami akan memasarkan minyak mentah yang berasal dari Venezuela. Pertama-tama minyak yang tersimpan ini, dan kemudian tanpa batas waktu ke depannya, kami akan menjual produksi yang berasal dari Venezuela ke pasar," ungkap Wright.

Lebih lanjut ia menjelaskan, penjualan tersebut akan dilakukan oleh Pemerintah AS dan disetorkan ke rekening yang dikendalikan oleh Pemerintah AS.

Adapun hasil dari penjualan minyak kemudian dapat mengalir kembali ke Venezuela untuk memberi manfaat bagi masyarakat setempat. Pengaruh dan kendali AS atas penjualan minyak ditujukan untuk mendorong perubahan yang harus terjadi di Venezuela.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)