Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani. Foto: ANTARA/Harianto.
Tekan Harga, Bulog Siapkan 300 Ribu Ton CBP Diolah Jadi Beras Premium
Husen Miftahudin • 2 September 2026 12:47
Jakarta: Perum Bulog menyiapkan sekitar 300 ribu ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP) untuk diolah menjadi beras premium selama September hingga Desember 2026. Langkah tersebut diusulkan untuk menjaga stabilitas harga beras premium di pasaran.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan usulan pengalihan CBP tersebut telah disampaikan kepada Kementerian Koordinator Bidang Pangan dan Badan Pangan Nasional (Bapanas). Pengalihan tersebut diharapkan dapat memperkuat intervensi pemerintah terhadap kenaikan harga beras premium yang terjadi di berbagai daerah.
"Ini kami sedang mengajukan untuk 2026 ini per September sampai dengan Desember, estimasi yang kami ajukan adalah sekitar 300 ribu ton," kata Rizal dikutip dari Antara, Rabu, 2 September 2026.
Rizal menjelaskan pengalihan CBP menjadi beras premium bertujuan melakukan penetrasi pasar sehingga harga beras premium dapat kembali mendekati Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Menurut dia, harga beras premium saat ini rata-rata telah melampaui HET. Harganya berada di kisaran Rp17 ribu hingga Rp18 ribu per kilogram sehingga membutuhkan langkah pengendalian dari pemerintah.
Berdasarkan regulasi zonasi Bapanas, HET beras premium ditetapkan pada kisaran Rp14.900 hingga Rp15.800 per kilogram, bergantung pada wilayah penjualan di berbagai daerah Indonesia.
Stok beras Bulog capai 4,9 juta ton
Rizal mengatakan beras bukan menjadi penyumbang inflasi yang besar. Pada Agustus 2026, kontribusi beras terhadap inflasi tercatat sebesar 0,02 persen.
Berdasarkan kajian internal Bulog, kenaikan harga terutama terjadi pada beras premium. Sementara itu, harga beras medium relatif stabil dan tidak mengalami kenaikan berarti di pasar.
Kondisi tersebut terjadi karena Bulog selama ini mengelola CBP dalam bentuk beras medium. Hingga 1 September 2026, Bulog mengelola sekitar 4,9 juta ton beras sehingga stok dinilai cukup kuat.
Atas kondisi tersebut, Bulog mengusulkan kepada Kementerian Koordinator Bidang Pangan dan Bapanas agar memperoleh izin mengalihkan sebagian CBP menjadi beras premium sesuai ketentuan yang berlaku.
Rizal menjelaskan mekanisme pengalihan CBP mengacu pada Peraturan Badan Pangan Nasional. Pelaksanaannya tetap berada dalam koridor regulasi dan pengawasan pemerintah untuk menjaga akuntabilitas pengelolaan cadangan beras nasional.
Usulan tersebut selanjutnya akan dibahas dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Kementerian Koordinator Bidang Pangan. Pemerintah akan mengambil keputusan setelah pembahasan tersebut mengenai pelaksanaan pengalihan CBP menjadi beras premium.

(Ilustrasi. Foto: dok MI)
Tekan harga beras premium
Rizal mengatakan pengalihan sebagian CBP diharapkan dapat menekan harga beras premium agar kembali sesuai HET. Langkah tersebut sekaligus ditujukan untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah kenaikan harga beras di pasaran.
Rizal berharap usulan pengalihan sekitar 300 ribu ton CBP menjadi beras premium dapat segera disetujui. Dengan demikian, Bulog memiliki instrumen yang lebih kuat untuk menjaga stabilitas harga beras nasional.