Yaman Klaim 50 Anggota Houthi Tewas atau Terluka usai Gagalkan Serangan di Taiz

Kelompok Pemberontak Houthi yang melawan pasukan Yaman. Foto: Anadolu

Yaman Klaim 50 Anggota Houthi Tewas atau Terluka usai Gagalkan Serangan di Taiz

Muhammad Reyhansyah • 4 September 2026 09:58

Sanaa: Tentara Yaman mengklaim 50 anggota kelompok Houthi tewas atau terluka setelah pasukannya menggagalkan serangan untuk merebut jalur yang menghubungkan Kota Taiz dan Mokha di Yaman barat pada Kamis, 3 September 2026

Komando Poros Taiz mengatakan, serangan Houthi menyasar front Maqbanah dan Al-Kadhah dengan tujuan menguasai jalur strategis yang menghubungkan Taiz dan Mokha. 

Pasukan pemerintah bersama kelompok National Resistance kemudian melancarkan serangan balasan terhadap posisi Houthi di kedua front tersebut.

“Bentrokan menyebabkan 50 anggota Houthi tewas atau terluka,” kata militer Yaman dalam pernyataannya, dikutip dari Anadolu

Meski begitu, pihak militer tidak merinci jumlah pasti korban yang tewas maupun yang mengalami luka-luka.

Sebelumnya pada hari yang sama, tentara Yaman mengatakan telah merebut sejumlah posisi militer yang sebelumnya dikuasai Houthi setelah pertempuran pecah di Provinsi Taiz.

Menurut sumber militer yang dikutip situs berita milik tentara Yaman, September Net, bentrokan bermula ketika Houthi berupaya menyerang posisi tentara di sejumlah front di Distrik Maqbanah. Pertempuran kemudian berkembang menjadi bentrokan jarak dekat yang melibatkan senjata berat, sedang, dan ringan.

Pasukan Yaman berhasil memukul mundur serangan tersebut sebelum melancarkan serangan balasan terhadap posisi Houthi di Maqbanah dan Al-Kadhah.

Eskalasi di Taiz pada Kamis juga melibatkan serangan rudal balistik dan drone serta pertempuran darat di sejumlah wilayah. Bentrokan tersebut menjadi salah satu eskalasi terbesar di Taiz sejak gencatan senjata yang dimediasi Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 2022.

Peningkatan pertempuran terjadi ketika PBB memperingatkan risiko Yaman kembali terjerumus ke dalam konflik yang lebih luas. Kelompok Houthi telah menguasai ibu kota Sanaa dan sejumlah kota lainnya sejak 2014, sementara pemerintah Yaman yang diakui secara internasional bersama pasukan sekutunya menguasai sejumlah wilayah di selatan, timur, dan barat negara tersebut.

(Fajar Nugraha)