Ilustrasi. Foto: Freepik.
Harga Emas Dunia Melejit Gegara Trump Tangkap Maduro
Husen Miftahudin • 5 January 2026 08:25
Chicago: Harga emas dunia melonjak di perdagangan Asia pada Senin, 5 Januari 2026, menyusul operasi militer Amerika Serikat (AS) di Venezuela yang mengakibatkan penangkapan Presiden Nicolás Maduro, yang memicu gelombang baru pembelian aset aman.
Mengutip Investing.com, Senin, 5 Januari 2025, harga emas spot terakhir naik satu persen menjadi USD4.374,92 per ons. Kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Maret naik 0,8 persen menjadi USD4.381,10.
Pejabat AS mengkonfirmasi Maduro telah ditahan selama penggerebekan akhir pekan di Caracas dan diterbangkan ke Amerika Serikat untuk menghadapi tuduhan kriminal yang telah lama tertunda.
Operasi tersebut menandai intervensi AS paling langsung di Venezuela dalam beberapa dekade dan memicu kecaman dari beberapa negara, sementara para investor menilai implikasinya terhadap pasar energi dan stabilitas regional.
Presiden AS Donald Trump mengatakan, penangkapan Maduro adalah 'langkah menentukan' terhadap apa yang ia gambarkan sebagai rezim kriminal. Ia menambahkan, AS akan memastikan transisi yang aman dan tertib di Venezuela.
| Baca juga: Harga Minyak Rebound setelah AS Serang Venezuela |
.jpg)
(Ilustrasi pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
Peningkatan ketegangan geopolitik dorong kenaikan harga emas
Venezuela memiliki cadangan minyak terbukti terbesar di dunia, tetapi sanksi selama bertahun-tahun dan kurangnya investasi secara tajam mengurangi produksi. Tindakan AS meningkatkan ketidakpastian atas pasokan minyak mentah negara itu dalam jangka pendek.
Bagi emas, peningkatan ketegangan geopolitik tersebut menambah latar belakang yang sudah mendukung. Harga emas batangan telah didukung oleh ekspektasi penurunan suku bunga AS akhir tahun ini, pembelian terus-menerus oleh bank sentral, dan kekhawatiran yang masih ada mengenai pertumbuhan global.
Di antara logam mulia lainnya, harga perak naik 2,4 persen menjadi USD74,32 per ons, sementara harga platinum berjangka naik 3,1 persen menjadi USD2.209,60 per ons.