BMKG: Kalimantan Timur Masih Berpotensi Hujan hingga 10 Januari 2026

Ilustrasi: Jalan di Samarinda tergenang akibat hujan. ANTARA/ M Ghofar

BMKG: Kalimantan Timur Masih Berpotensi Hujan hingga 10 Januari 2026

Lukman Diah Sari • 1 January 2026 20:20

Samarinda: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi APT Pranoto Samarinda menyatakan Kalimantan Timur (Kaltim) masih berpotensi diguyur hujan pada 1–10 Januari 2026. Masyarakat pun diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

“Kami mengajak warga Kaltim untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi, seiring prakiraan masih adanya peluang hujan pada Dasarian I pada Januari ini,” ujar Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto BMKG Samarinda, Riza Arian Noor di Samarinda, Kamis, 1 Januari 2026, melansir Antara

Bencana hidrometeorologi yang dimaksud antara lain banjir, luapan sungai, jalan licin, tanah longsor, hingga pohon tumbang. Apalagi hujan berpotensi disertai angin kencang dan petir sehingga peringatan dini disampaikan agar masyarakat dan pihak terkait meningkatkan kewaspadaan.

Berdasarkan prakiraan potensi curah hujan Dasarian I Januari 2026, secara umum wilayah Kaltim diprediksi mengalami curah hujan intensitas sedang.

“Prakiraan peluang curah hujan pada Dasarian I Januari menunjukkan bahwa secara umum wilayah Kaltim mengalami curah hujan dengan kategori menengah antara 50–150 milimeter (mm) dengan peluang hujan lebih dari 70 persen,” jelas dia.

Sementara wilayah Kaltim bagian selatan, khususnya sebagian Kutai Barat bagian selatan, Paser, dan Penajam Paser Utara, diprakirakan mengalami curah hujan kategori rendah antara 0–50 mm dengan peluang 40–60 persen.

Ilustrasi hujan. Foto: Media Indonesia (MI)/Ramdani.

Berdasarkan prakiraan deterministik curah hujan pada periode yang sama, sebagian besar wilayah Kaltim juga diperkirakan mengalami curah hujan kategori menengah 50–150 mm.

Sedangkan prakiraan deterministik sifat hujan menunjukkan wilayah Kaltim didominasi sifat hujan normal di kisaran 85–115 persen dan bawah normal 50–84 persen.

“Namun di Kabupaten Berau, Kabupaten Kutai Timur bagian barat, dan Kota Samarinda bagian selatan, diprakirakan mengalami sifat hujan kategori atas normal antara 116–150 persen,” ujar Riza.

BMKG juga melakukan pemantauan Hari Tanpa Hujan (HTH) pada Dasarian III Desember 2025. Meski sebagian besar wilayah Kaltim masih mengalami hujan, terdapat sejumlah wilayah yang sempat tidak diguyur hujan selama beberapa hari.

Sejumlah wilayah tersebut masuk kategori HTH sangat pendek, yakni 1–5 hari. HTH terpanjang terjadi di Kecamatan Barong Tongkok (Kutai Barat) dan Kecamatan Muara Jawa (Kutai Kartanegara) dengan durasi empat hari.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)