Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO). Dok. Istimewa
Puji Presiden Prabowo Menginap di Lokasi Bencana, OSO: Harus Ditiru Semua Pihak
Achmad Zulfikar Fazli • 1 January 2026 16:23
Jakarta: Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO), mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang memilih bermalam di lokasi bencana Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatra Utara, pada malam pergantian tahun baru 2026. OSO menilai sikap Presiden tersebut merupakan teladan nyata bagi seluruh pejabat publik.
"Presiden berada di tempat musibah itu adalah sesuatu sikap yang baik. Sesuatu yang mengingatkan kita semua untuk berada di tempat dan di saat yang tepat. Tidak semua presiden yang akan lakukan seperti itu," ujar OSO di kawasan Kuningan, Jakarta, dilansir pada Kamis, 1 Januari 2026.
OSO menekankan hal terpenting saat ini adalah percepatan bantuan dari pemerintah pusat maupun daerah untuk meringankan beban masyarakat di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh. Dia menyoroti banyaknya generasi muda yang menjadi korban dalam musibah tersebut.
"Seluruh pemimpin daerah di tiga provinsi itu harus ada di sekitar masyarakat terdampak bencana. Ringankan beban masyarakat, apalagi bencana itu banyak menghilangkan nyawa anak bangsa," tegas dia.
Baca Juga:
Malam Tahun Baruan di Lokasi Bencana, Presiden Prabowo Ajak Pengungsi Jaga Alam |

Presiden Prabowo Subianto. DokBPMI Sekretariat Presiden
Penguatan Mitigasi Bencana
OSO juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sebagian wilayah Sumatra. Dia meminta seluruh kepala daerah memastikan penanganan dampak bencana dilakukan hingga tuntas.Dia menegaskan pentingnya penguatan sistem mitigasi untuk meredam dampak bencana alam di masa depan. Mantan Wakil Ketua MPR itu berharap kegagalan mitigasi pada 2025 tidak terulang di 2026.
"Kejadian tahun 2025, merupakan tanda-tanda yang harus diperbaiki di tahun 2026 ini," ujar OSO.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja maraton ke wilayah terdampak bencana di Sumatra. Selain meninjau penanganan pascabencana, Presiden memilih melewati malam pergantian tahun bersama para pengungsi yang telah lebih dari satu bulan bertahan di tenda darurat.