Aktivitas kapal di Selat Hormuz. (Anadolu Agency)
AS Tegaskan Iran Tidak Kuasai Selat Hormuz, 55 Kapal Dagang Tetap Melintas
Willy Haryono • 21 June 2026 10:28
Washington: Militer Amerika Serikat membantah klaim Iran mengenai penutupan Selat Hormuz dan menegaskan bahwa lalu lintas maritim internasional di jalur strategis tersebut masih berlangsung seperti biasa di bawah pemantauan pasukan AS.
Juru Bicara Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), Kapten Tim Hawkins, mengatakan Iran tidak memiliki kendali atas Selat Hormuz.
“Iran tidak mengontrol Selat Hormuz,” tegas Hawkins kepada kantor berita Axios, Sabtu, 20 Juni 2026.
Ia menambahkan bahwa pasukan Amerika Serikat terus memantau situasi untuk memastikan jalur pelayaran internasional tetap terbuka dan aman.
Pernyataan tersebut muncul setelah Markas Pusat Khatam al-Anbiya Iran mengumumkan bahwa Selat Hormuz kembali ditutup sebagai respons atas dugaan pelanggaran komitmen oleh Amerika Serikat serta pelanggaran gencatan senjata di Lebanon yang dituduhkan kepada Israel.
Ketika dimintai tanggapan lebih lanjut, Pentagon mengarahkan pertanyaan kepada CENTCOM.
CENTCOM menyatakan tidak memiliki komentar tambahan selain menegaskan bahwa pasukan Amerika Serikat tetap berada di kawasan dan terus bersiaga untuk memastikan seluruh aspek kesepakatan dengan Iran dipatuhi.
Menurut CENTCOM, jalur pelayaran melalui Selat Hormuz saat ini masih berfungsi normal.
Komando militer AS tersebut melaporkan bahwa sebanyak 55 kapal dagang baru-baru ini melintasi selat tersebut dengan membawa lebih dari 17 juta barel minyak.
Data itu disampaikan untuk menunjukkan bahwa aktivitas perdagangan energi global melalui Selat Hormuz masih berjalan meskipun muncul pernyataan dari Iran mengenai penutupan jalur tersebut.
Strait of Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi terpenting di dunia yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab.
Sebagian besar ekspor minyak mentah dari negara-negara Teluk melewati jalur tersebut sebelum dikirim ke pasar Asia, Eropa, dan berbagai wilayah lainnya.
Perbedaan klaim antara Washington dan Teheran terkait status Selat Hormuz terjadi di tengah meningkatnya ketegangan regional yang dipicu konflik di Lebanon serta perundingan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran mengenai implementasi kesepakatan terbaru kedua negara.
Baca juga: Bantah Penutupan, Militer AS Pastikan Selat Hormuz Tetap Terbuka