Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto menyampaikan laporan terkini penanggulangan karhutla kepada Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka saat rapat koordinasi di Pos Pantau Karhutla di Guntung Damar Banjarbaru, Kamis (10/9/2026). ANTARA/Firman)
BNPB Siagakan Satu Pesawat untuk Modifikasi Cuaca di Kalsel
Silvana Febiari • 10 September 2026 22:14
Banjarbaru: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiagakan satu pesawat PK-SNK untuk operasi modifikasi cuaca (OMC) di Kalimantan Selatan (Kalsel). Langkah ini dilakukan guna mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Sudah dua kali dilakukan OMC, hasilnya dilaporkan turun hujan di beberapa wilayah," kata Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto di Banjarbaru, dilansir dari Antara, Kamis, 10 September 2026.
Berdasarkan laporan BMKG, pertumbuhan awan hujan diperkirakan cukup banyak pada 10–16 September 2026. Oleh karena itu, pihaknya bersiap kembali melaksanakan OMC berdasarkan pemantauan kondisi meteorologi dan perkembangan awan di wilayah sasaran.
Dalam satu kali penerbangan, pesawat menyemai satu ton Natrium Klorida (NaCl) atau garam ke awan untuk memancing turunnya hujan.
BNPB mendapat dukungan penuh dari Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Sjamsudin Noor Banjarmasin dalam pelaksanaan operasi. Dukungan tersebut mencakup personel, fasilitas, dan kesiapan pangkalan.
"Tentunya tetap mengutamakan keselamatan penerbangan sehingga setiap misi harus dilaksanakan dengan cepat, tepat dan terkoordinasi," ujarnya.

Ilustrasi operasi modifikasi cuaca. Dokumentasi/ BMKG
Suharyanto mengatakan OMC menjadi salah satu upaya mengendalikan karhutla sambil menunggu hujan turun secara alami. Berdasarkan prediksi BMKG, musim hujan diperkirakan mulai sepenuhnya pada akhir Oktober 2026.
"Api di permukaan saat ini memang turun signifikan, namun asap yang keluar dari dalam tanah masih banyak sehingga hanya guyuran hujan bisa meredam sepenuhnya," ungkapnya.