Banjir di Cepu, Blora, Jawa Tengah merendam ratusan rumah, Jumat (10/4) ANTARA/Gunawan
Banjir di Cepu Blora Rendam Ratusan Rumah
Lukman Diah Sari • 10 April 2026 23:41
Semarang: Banjir akibat luapan sungai merendam ratusan rumah di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, pada Jumat, 10 April 2026, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut dan daerah hulu sungai selama beberapa jam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora mengungkap, banjir terjadi sekitar pukul 17.15 WIB, akibat luapan Sungai Ngareng dan Sungai Tamansiswa.
"Hujan dengan durasi cukup lama di wilayah Cepu dan daerah hulu menyebabkan kedua sungai tersebut meluap dan merendam permukiman warga," ujar Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Blora Agung Triyono di Blora, melansir Antara.
Ia menjelaskan banjir di Kelurahan Cepu merendam sekitar 125 rumah dengan ketinggian air 30 hingga 100 sentimeter. Sementara di Kelurahan Balun, sekitar 25 rumah terendam dengan ketinggian air antara 50 hingga 125 sentimeter akibat luapan Sungai Tamansiswa.
.jpg)
Banjir di Cepu, Blora, Jawa Tengah merendam ratusan rumah, Jumat (10/4) ANTARA/Gunawan
Banjir juga merendam permukiman di Kelurahan Karangboyo dengan ketinggian air mencapai 50 hingga 100 sentimeter serta berdampak pada dua fasilitas pendidikan dan satu fasilitas umum. Selain itu, permukiman warga di Kelurahan Ngelo terendam dengan ketinggian air sekitar 30 hingga 50 centimeter.
Kemudian di Desa Mulyorejo, genangan air setinggi 20 hingga 30 sentimeter sempat merendam ruas jalan provinsi Cepu–Singget dan sebagian permukiman warga. Dalam kejadian tersebut, seorang warga bernama Diana Rosita, warga Kelurahan Ngelo, meninggal dunia, diduga akibat tersengat listrik saat membersihkan rumah setelah banjir surut.
Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Blora langsung melakukan asesmen dan pendataan serta membantu evakuasi warga terdampak banjir. Petugas juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan lanjutan. BPBD mencatat tidak ada warga yang mengungsi karena sebagian besar memilih bertahan dan membersihkan rumah masing-masing.
"Hingga sekitar pukul 22.30 WIB, banjir dilaporkan telah surut dan kondisi wilayah berangsur kondusif," ujarnya.