Thailand menggelar pemilu dan referendum nasional pada Minggu, 8 Februari 2026. (Anadolu Agency)
Thailand Memulai Pemilu dan Referendum Nasional, Arah Demokrasi Dipertaruhkan
Willy Haryono • 8 February 2026 09:00
Bangkok: Warga Thailand memberikan suara dalam pemilihan umum sekaligus referendum konstitusi yang digelar secara nasional pada Minggu, 8 Februari 2026.
Tempat pemungutan suara dibuka pada pukul 08.00 waktu setempat (01.00 GMT), dengan diikuti lebih dari 50 juta pemilih terdaftar.
Dilansir dari TRT World, para pemilih akan memilih 500 anggota parlemen dari sekitar 5.000 kandidat dalam pemilihan Dewan Perwakilan Rakyat, yang secara luas dipandang sebagai ujian arah politik Thailand ke depan.
Pemilu ini digelar setelah majelis rendah parlemen dibubarkan pada 12 Desember lalu, atau satu tahun sebelum berakhirnya masa jabatan empat tahunnya.
Dari total 500 kursi, sebanyak 400 anggota parlemen dipilih melalui daerah pemilihan, sementara 100 kursi lainnya dialokasikan secara proporsional berdasarkan perolehan suara partai secara nasional.
Hasil pemilu akan menentukan siapa yang membentuk pemerintahan berikutnya serta apakah Perdana Menteri interim Anutin Charnvirakul dapat mempertahankan kekuasaan.
Selain pemilu, para pemilih juga mengikuti referendum konstitusi untuk memutuskan apakah proses penulisan ulang konstitusi era militer akan dimulai.
Dalam surat suara referendum, pemilih dapat memilih opsi “setuju," “tidak setuju," atau “tidak berpendapat." Referendum dinyatakan lolos hanya jika suara “setuju” memperoleh jumlah lebih banyak dibandingkan opsi lainnya.
Tempat pemungutan suara akan ditutup di seantero Thailand pada pukul 17.00 waktu setempat, dan penghitungan suara akan dimulai tak lama setelahnya.
Baca juga: PM Anutin Diprediksi Tetap Pegang Jabatan Tertinggi di Thailand