Peran fasilitas hilir Pertamina saling terhubung dan menopang rantai pasok energi nasional (Foto:Dok.Pertamina)
Infrastruktur Terintegrasi Pertamina di Indramayu Perkuat Keandalan dan Layanan Energi Jabar-Jakarta
Rosa Anggreati • 2 February 2026 10:07
Indramayu: Kiprah PT Pertamina (Persero) di wilayah Jawa bagian Barat kian optimal dengan adanya berbagai infrastruktur terintegrasi di Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat (Jabar). Di wilayah tersebut, terdapat infrastruktur hilir terintegrasi yakni Integrated Terminal Balongan, Kilang Unit VI Balongan, serta operasional kapal Pertamina International Shipping.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron menyatakan, peran fasilitas hilir tersebut saling terhubung dan menopang rantai pasok energi nasional. Kilang Balongan misalnya, merupakan fasilitas pengolahan minyak mentah menjadi BBM, Avtur dan produk Non BBM seperti prophylene bahan baku petrokimia. Kilang Balongan memperoleh suplai minyak mentah dari beberapa lapangan Pertamina Hulu Energi di sekitar Indramayu.
Kilang Balongan juga dapat melakukan pengiriman ataupun penerimaan energi melalui jalur laut, dengan dukungan kapal Pertamina International Shipping.
Baca Juga :
Jantung Energi Jawa Barat: Rahasia Integrated Terminal Balongan Jaga Kualitas BBM Tetap Prima!

Kapal PIS Cinta sedang melakukan proses pemuatan Avtur hasil pengolahan Kilang Pertamina Balongan di area Terminal Khusus Kilang Balongan, Indramayu, Jawa Barat, pada Kamis, 29 Januari 2026 (Foto:Dok.Pertamina)
Hasil pengolahan kilang Balongan juga digunakan oleh fasilitas terdekat lainnya, yakni Integrated Terminal Balongan dan Polytama Propindo, afiliasi Pertamina di bidang petrokimia.
"Keseluruhan ekosistem infrastruktur energi Pertamina di Balongan berperan strategis untuk memastikan keandalan pasokan energi, khususnya untuk wilayah Jakarta, Jawa Barat, hingga sebagian Jawa Tengah. Optimalisasi ini menjadi komitmen Pertamina dalam melayani kebutuhan energi masyarakat," jelas Baron.
Ke depan, Baron mengungkapkan, Pertamina terus melakukan penguatan bisnis untuk optimalisasi keandalan infrastruktur dan operasional, sebagai bagian dari ketahanan energi nasional serta mendukung pertumbuhan ekonomi regional.
Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan Danantara Indonesia.