Updata data terbaru pengungsi gempa NTT, Minggu (30/8). Foto: MI/Palce Amalo
2 Pekan Pascagempa NTT, 188.161 Warga Masih Mengungsi
Palce Amalo • 30 August 2026 20:06
Kupang: Sebanyak 188.161 warga masih berada di lokasi pengungsian dua pekan setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT).
Berdasarkan data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah pengungsi tersebut berkurang 4.142 orang dibandingkan laporan sebelumnya. Meski mengalami penurunan, jumlah warga yang masih mengungsi cukup besar dan terkonsentrasi di Kabupaten Nagekeo serta Manggarai. Kedua kabupaten tersebut masing-masing masih menampung lebih dari 50 ribu pengungsi.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan penurunan jumlah pengungsi juga tercatat di Kabupaten Manggarai Timur dan Ngada. Sementara Kabupaten Sikka sebelumnya mengalami penurunan jumlah pengungsi dalam jumlah cukup besar.
"Seperti yang kami sampaikan di awal tadi, bahwa jumlah pengungsi hari ini kami mendapat informasi sebesar 188.161 jiwa, dan ini turun 4.142 orang," kata Berton Panjaitan, Minggu, 30 Agustus 2026.
Baca Juga :
Pelayanan RSUD Ruteng Dialihkan ke RS Lapangan
BNPB tetap memberikan dukungan kepada warga yang memilih kembali ke rumah secara sukarela. Fasilitasi diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat selama proses kepulangan.
"Tentu kami akan tetap memfasilitasi setiap masyarakat atau pengungsi yang pulang ke rumah masing-masing dengan secara sukarela. Tentu kami akan memberikan memfasilitasi kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan," ujarnya.
95.567 Rumah Mengalami Kerusakan
Dampak gempa masih terlihat dari kerusakan bangunan tempat tinggal warga. Laporan sementara BNPB mencatat sebanyak 95.567 unit rumah mengalami kerusakan.
Berton mengatakan data tersebut masih dalam tahap verifikasi. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kategori kerusakan pada setiap rumah, mulai dari rusak ringan, rusak sedang, hingga rusak berat.
Di sisi lain, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa tercatat sebanyak 111 orang. BNPB belum menerima laporan tambahan korban meninggal dalam beberapa hari terakhir.
"Per hari ini, dan dari beberapa hari yang lalu, kami tidak memperoleh lagi laporan adanya korban meninggal baru, sehingga total yang meninggal adalah 111 orang," kata Berton.
Sementara itu, sebanyak 1.631 orang dilaporkan mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, 223 orang mengalami luka berat dan 1.408 orang mengalami luka ringan.

Relawan tengah berdiskusi menentukan barang bantuan yang akan dibawa untuk diserahkan kepada pengungsi. Foto: Metrotvnews.com/Anggi Tondi Martaon.
Gempa Susulan Capai 9.765 Kali
Aktivitas kegempaan di wilayah NTT masih berlangsung hingga Minggu, 30 Agustus 2026. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang diterima BNPB, tercatat 9.765 gempa susulan sejak gempa utama pada 15 Agustus 2026.
Gempa susulan dengan magnitudo terbesar tercatat mencapai 6,2, sedangkan yang terkecil berkekuatan magnitudo 1. Dari ribuan gempa susulan tersebut, sebanyak 155 kejadian dirasakan oleh masyarakat. Berton menyebut aktivitas gempa susulan masih dapat berlangsung beberapa pekan setelah gempa utama.
"Gempa-gempa seperti ini, kami tetap sampaikan, bisa dialami hingga 3-4 minggu setelah gempa pertama terjadi," katanya.