Penanganan Karhutla di Berau Efektif Menggunakan Modifikasi Cuaca

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dalam kunjungan kerja di Berau, Kalimantan Timur. Foto: ANTARA/HO-Kemenhut RI.

Penanganan Karhutla di Berau Efektif Menggunakan Modifikasi Cuaca

Fachri Audhia Hafiez • 27 August 2026 04:12

Berau: Pemerintah menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi bibit awan hujan. Upaya ini dimaksimalkan untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), salah satunya di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

“Cara yang paling efektif untuk memadamkan itu ya hujan. Kalau ada hujan alam Alhamdulillah, tapi karena memang musim kemarau biasanya tidak ada hujan,” kata Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni saat meninjau penanganan karhutla di Berau, Kalimantan Timur, Rabu, 26 Agustus 2026.

Raja Juli menjelaskan, pelaksanaan OMC di Kabupaten Berau kini telah memasuki hari ketiga. Langkah penyemaian garam di udara tersebut diprioritaskan karena Berau terdeteksi masih memiliki tutupan bibit awan hujan yang memadai.

“Berau alhamdulillah masih ada awan hujan yang bisa disemai, dan kami sudah sepakati, di mana pun di daerah di Indonesia ini yang ada bibit hujannya kita akan adakan OMC,” ujar Raja Juli.

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dalam kunjungan kerja di Berau, Kalimantan Timur. Foto: ANTARA/HO-Kemenhut RI.

Lebih lanjut, Menhut mengungkapkan bahwa ancaman fenomena El Nino tahun ini tergolong sangat kuat sehingga menjadi tantangan besar dalam penanganan karhutla secara nasional. Ia membandingkan intensitas iklim saat ini dengan kondisi El Nino ekstrem pada 2015 silam yang melahap hingga 2,6 juta hektare lahan.

“Apalagi sekarang masuk El Nino sangat kuat, ini sama dengan 2015. Kalau kita melihat referensinya itu sebenarnya ini kekuatan El Nino ini sama dengan 2015,” ujar Raja Juli.

Sebagai langkah pencegahan menyeluruh, pemerintah telah menginisiasi OMC sejak Januari untuk membasahi area gambut di berbagai provinsi rawan. Hal ini guna meminimalkan risiko kekeringan dan kemunculan titik api.

(Siti Yona Hukmana)