Kabupaten Bima Jadi Satu-satunya Daerah Siaga Kekeringan di NTB

Peta peringatan dini kekeringan meteorologis di wilayah Nusa Tenggara Barat. ANTARA/HO-BMKG

Kabupaten Bima Jadi Satu-satunya Daerah Siaga Kekeringan di NTB

Silvana Febiari • 10 June 2026 21:08

Mataram: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menetapkan Kabupaten Bima sebagai satu-satunya daerah di Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam peringatan dini level siaga kekeringan meteorologis. Status tersebut diterapkan seiring dengan menguatnya fenomena El Nino.

Prakirawan Stasiun Klimatologi NTB Suci Agustiarini mengatakan Kecamatan Donggo di Kabupaten Bima tercatat mengalami hari tanpa hujan paling lama, yakni mencapai 40 hari berturut-turut.

"Di NTB hanya Kabupaten Bima yang kategori siaga," ujar Suci, dilansir dari Antara, Rabu, 10 Juni 2026. 
 


BMKG menyatakan seluruh wilayah di NTB saat ini telah memasuki musim kemarau. Masyarakat diimbau agar mengantisipasi potensi krisis air bersih dengan menggunakan air secara hemat dan efisien.

Masyarakat juga diminta untuk waspada terhadap potensi kebakaran hutan, lahan, maupun pemukiman. Salah satunya dengan tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan atau meninggalkan sumber api tanpa pengawasan.

Selain satu daerah berstatus siaga kekeringan meteorologis, BMKG juga menetapkan sejumlah daerah masuk kategori waspada kekeringan. Wilayah itu meliputi Kecamatan Belo, Bolo, Langgudu, Palibelo, Parado, di Kabupaten Bima.

Status serupa juga terjadi di Kecamatan Kempo dan Manggalewa di Kabupaten Dompu, serta Kecamatan Empang, Lape, dan Plampang di Kabupaten Sumbawa.


Ilustrasi kekeringan. (MGN/Nur Soli)


Prakirawan Stasiun Klimatologi NTB Cakra Mahasurya menambahkan hasil monitoring Indian Ocean Dipole (IOD) pada dasarian terakhir menunjukkan IOD berada pada kategori negatif dengan indeks -0.926. Fenomena tersebut diprediksi berada pada kondisi positif mulai Juli 2026.

Anomali suhu permukaan laut Nino3.4 menunjukkan El NinoSouthern Oscillation (ENSO) berada pada kategori lemah dengan indeks sebesar +1.04. Kondisi El Nino diprediksi berkembang menjadi moderat mulai Juni 2026.

Pada dasarian II Juni 2026 atau periode 11-20 Juni, BMKG memprakirakan ada peluang hujan dengan intensitas lebih dari 20 milimeter per dasarian sebesar 10 hingga 30 persen. Wilayah yang berpeluang diguyur hujan ringan tersebut adalah Kabupaten Lombok Utara, sebagian Kabupaten Lombok tengah, sebagian kecil Kabupaten Sumbawa Barat, sebagian kecil Kabupaten Sumbawa, serta sebagian Kabupaten Bima dan Dompu.

"Seluruh wilayah di NTB saat ini telah dilanda musim kemarau yang diperkuat oleh fenomena El Nino," ungkap Cakra.

(Silvana Febiari)