Persiapan Haji 2026: Ini Tata Cara Ihram dan Aturan Berpakaian yang Benar

Ilustrasi pexels

Persiapan Haji 2026: Ini Tata Cara Ihram dan Aturan Berpakaian yang Benar

Putri Purnama Sari • 21 April 2026 12:05

Jakarta: Menjelang puncak musim haji yang diperkirakan berlangsung pada akhir Mei 2026, calon jemaah perlu memahami tata cara ihram sebagai bagian penting dalam pelaksanaan ibadah haji

Pemahaman ini menjadi kunci agar rukun haji pertama dapat dijalankan dengan benar, sehingga seluruh rangkaian ibadah dapat berlangsung lancar hingga selesai. Lantas, apa itu ihram dan bagaimana ketentuan pakaian yang harus dikenakan? Berikut penjelasannya.

Apa itu Ihram?

Dilansir dari laman Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), ihram merupakan salah satu rukun haji yang menandai dimulainya ibadah. Secara etimologi, ihram berasal dari kata Arab “haram” yang berarti suci atau terlarang.

Dalam konteks ibadah haji, ihram mengandung makna bahwa seorang jemaah haji memasuki keadaan suci dan terlarang untuk melakukan beberapa hal tertentu selama dalam keadaan ihram.

Ketentuan Pakaian Ihram

Terdapat sejumlah ketentuan yang membedakan antara pakaian ihram pria dengan wanita, mengutip dari laman umrahjogja.id, berikut penjelasannya!

1. Pakaian Ihram Pria

Untuk laki-laki, pakaian ihram terdiri dari dua lembar kain putih yang tidak berjahit. Satu kain untuk menutupi bagian bawah tubuh dan satu lagi diselempangkan di atas bahu. Berikut ketentuannya:
  • Tidak memakai pakaian yang dijahit mengikuti bentuk tubuh seperti baju, kaos, celana, dan sebagainya.
  • Tidak memakai penutup kepala seperti kopiah, topi, peci, dan sebagainya.
  • Tidak memakai sepatu yang menutup mata kaki.
  • Tidak memakai pakaian dalam seperti celana dalam dan singlet.
  • Kain ihram sebaiknya berwana putih untuk menunjukkan kebersihan dan kesucian niat.
2. Pakaian Ihram Wanita

Berbeda dengan pria, wanita tidak wajib menggunakan dua kain ihram dan boleh memakai pakaian biasa yang syar’i selama tidak menarik perhatian. Berikut ketentuannya:
  • Menutup seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan.
  • Tidak boleh memakai cadar dan sarung tangan.
  • Boleh memakai pakaian berjahit.
  • Warna pakaian bebas asal tidak mencolok dan tipis.
 

Tata Cara Ihram sesuai Sunah


Jemaah haji Indonesia tahun 2025. Foto: Metrotvnews.com/Misbahol Munir.

Berikut panduan ihram sesuai sunah bagi Anda yang akan melaksanakan ibadah haji atau umrah tahun ini:

1. Membaca Niat

Untuk menandai dimulainya ibadah calon jamaah haji atau umrah dianjurkan melafalkan doa niat ihram saat akan mengenakan pakaian ihram. Doa ini menjadi representasi dari niat tulus untuk beribadah di rumah Allah. Bacaan niat ihram:

“Nawaitul hajja wal ‘umrata wa ahramtu bihima lillahi ta’ala”.

Artinya: “Aku berniat melaksanakan haji dan umrah dan aku berihram karena Allah Ta’ala”.

2. Mandi

Mandi ihram merupakan sunah yang dianjurkan bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan. Kebersihan dan kesucian menjadi syarat mutlak dalam setiap ibadah, termasuk dalam melaksanakan rukun haji dan umrah.

Oleh karena itu, baik dalam kondisi suci maupun haid perempuan tetap dianjurkan untuk mandi ihram sebagai tanda kesiapan menunaikan ibadah haji/umrah.

3. Menggunakan Parfum atau Wewangian

Sebelum berniat ihram, calon jamaah haji sangat dianjurkan untuk memakai parfum atau wangi-wangian di tubuh. Namun, setelah membaca niat ihram, wewangian ini sangat dilarang dan bagi yang melanggarnya dengan sengaja harus membayar denda berupa menyembelih seekor kambing, puasa 3 hari, atau memberi makan enam orang miskin.

4. Memakai Pakaian Ihram

Pakaian ihram memiliki ketentuan yang sederhana namun sarat makna. Tidak ada jenis kain atau model tertentu yang diwajibkan, namun idealnya pakaian ihram berwarna putih untuk melambangkan kesucian dan kesetaraan di hadapan Allah SWT.

5. Melaksanakan Talbiyah

Talbiyah merupakan penanda penting dalam tata cara ihram. Setiap calon jamaah haji yang telah memasuki miqat wajib melafalkan talbiyah. Tindakan ini tidak boleh ditinggalkan dan termasuk ke dalam rukun ihram. Berikut bacaan talbiyah:

“Labbaika Allahumma labbaik, labbaika la syariika laka labbaik. Innal hamda wanni’mata laka wal mulk, laa syariikaa laka”.

Artinya: “Ya Allah aku datang memenuhi panggilanmu. Ya Allah tidak ada sekutu bagi-Mu sesungguhnya segala puji dan kenikmatan serta kerajaan (kekuasaan) adalah milik-Mu semua. Tidak ada sekutu bagimu”. (HR. Bukhori)
 

Larangan saat berihram

Mengutip penjelasan di akun Instagram @kementerianagamakotamalang, terdapat sejumlah larangan yang harus dipatuhi saat berihram, di antaranya:
  • Memakai baju berjahit (untuk laki-laki).
  • Menutup telapak tangan dan muka (untuk perempuan).
  • Memotong kuku, mencukur atau mencabut rambut.
  • Bercumbu atau bersetubuh.
  • Berkata kotor dan bertengkar.
  • Memakai wangi-wangian.
  • Memburu dan membunuh binatang.
  • Menikah atau menikahkan.
  • Menutup kepala (laki-laki).
  • Memakai kaos kaki atau sepatu yang menutup mata kaki (laki-laki).
Demikian informasi seputar ketentuan pakaian hingga larangan yang harus dijalankan saat ihram. Dengan memahami tata cara ini, diharapkan Anda dapat melaksanakan ibadah haji dengan khusyuk.

(Surya Mahmuda)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arga Sumantri)