Perkuat Sinergi Ekonomi Antar Daerah, Pemprov Kalteng Sambut Kunjungan Kerja dan Misi Dagang Gubernur Jatim

Pemprov Kalteng menyambut hangat kedatangan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dalam rangka Kunjungan Kerja dan Misi Dagang (Foto:Dok.Pemprov Kalteng)

Perkuat Sinergi Ekonomi Antar Daerah, Pemprov Kalteng Sambut Kunjungan Kerja dan Misi Dagang Gubernur Jatim

Rosa Anggreati • 25 April 2026 13:50

Palangka Raya: Jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) menyambut hangat kedatangan Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa, dalam rangka Kunjungan Kerja dan Misi Dagang pada Kamis, 23 April 2026, pukul 08.45 WIB.

Penyambutan tersebut berlangsung di VIP Room Isen Mulang, Bandara Tjilik Riwut, Kota Palangka Raya. Kehadiran Gubernur Jawa Timur beserta rombongan disambut langsung oleh Gubernur Kalteng, Wakil Gubernur Kalteng, dan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalteng, Linae Victoria Aden.

Kunjungan kerja ini bertujuan untuk mempererat sinergisitas dan kerja sama strategis antara kedua provinsi, khususnya dalam sektor perekonomian, pemenuhan kebutuhan pokok, serta penguatan ketahanan pangan daerah.

Dalam sambutannya Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran, menegaskan bahwa kekayaan daerah tidak hanya bertumpu pada sektor pertambangan dan kehutanan, tetapi juga mencakup potensi pariwisata serta keanekaragaman flora dan fauna yang belum tergarap maksimal.

“Kalteng sangat menjanjikan dalam sumber daya alam. Semua flora dan faunanya ada. Kalau mau jual pariwisata, sebenarnya lebih hebat dari Bali,” ucap H. Agustiar Sabran dalam sambutannya.
 


Untuk memaksimalkan potensi raksasa tersebut dan menciptakan kemandirian ekonomi, Pemprov Kalteng telah memetakan strategi pembangunan melalui pembagian tiga zona wilayah, yaitu Zona Barat, Zona Tengah, dan Zona Timur. Pemprov kini tengah menggenjot masuknya investasi riil untuk percepatan nilai tambah komoditas mentah.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan antusiasmenya atas pelaksanaan misi dagang ini. Kerja sama dengan Kalteng selalu membawa dampak positif.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Kalteng saat ini ditopang oleh lima sektor utama: pertanian, perdagangan, industri pengolahan, konstruksi, dan pertambangan.

Meski tren pertumbuhannya positif, H. Agustiar Sabran tidak menampik bahwa Kalteng masih menghadapi tantangan serius dalam rantai pasok. Pasokan kebutuhan barang hingga saat ini masih sangat bergantung pada kiriman dari luar daerah, khususnya Pulau Jawa. Kondisi inilah yang membuat kolaborasi ekonomi dengan Jawa Timur menjadi sangat strategis.

“Kami menyadari struktur ekonomi daerah masih menghadapi tantangan pasokan barang dari luar daerah, khususnya Jawa, serta dinamika ekonomi global. Kami berharap forum ini dapat membangun kemitraan berkelanjutan antara pelaku usaha Kalteng dan Jawa Timur, ” ujarnya

Sementara itu Gubernur Jawa Timur Khofifah mengungkapkan bahwa misi dagang ini bukanlah hal yang baru. Sebenarnya dalam periode pertama dulu kita sudah pernah misi dagang ke Kalteng. Hasilnya sangat produktif bagi kedua provinsi. Hari ini kita misi dagang yang kedua di periode kedua.
 
Lebih lanjut, Khofifah memaparkan tingginya antusiasme dan perputaran ekonomi dalam misi dagang kali ini. "Dan sampai dengan jam 10.30 tadi, alhamdulillah transaksinya sudah mencapai nilai yang sangat signifikan. Angka ini terus akan bergerak sampai nanti jam 5 sore," katanya. 

Menyambung soal kolaborasi antarprovinsi yang sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, Khofifah menegaskan bahwa kedua daerah memiliki visi yang sama terkait program strategis nasional. 

"Kita satu visi. Pasti soal sekolah rakyat, program makanan bergizi, dan ketahanan pangan. Kalau di Jawa Timur ini, alhamdulillah kita sudah masuk pada posisi lumbung pangan nasional. Posisinya sudah kedaulatan pangan. Makanya komoditas seperti beras, daging ayam, telur, dan daging sapi termasuk di dalam transaksi yang cukup strategis antara Jatim dan Kalteng," kata Khofifah.

Sementara itu, Pj. Sekda Provinsi Kalteng Linae Victoria Aden memberikan apresiasi penuh atas terlaksananya kegiatan ini. Menurutnya, hal ini menjadi momentum penting bagi perekonomian Kalteng.

"Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah tentu sangat menyambut baik kunjungan kerja Ibu Khofifah beserta seluruh jajaran Pemprov Jawa Timur. Kolaborasi melalui Misi Dagang ini merupakan langkah strategis yang saling menguntungkan. Kalteng memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, sementara Jatim memiliki keunggulan di sektor pangan dan industri. Kami berharap sinergi ini berdampak jangka panjang bagi kelancaran distribusi barang, pengendalian inflasi, penguatan UMKM, dan tentunya peningkatan kesejahteraan masyarakat Kalteng," kata Linae.

Diharapkan melalui momentum kunjungan kerja dan misi dagang ini, hubungan bilateral antara Pemprov Kalteng dan Pemprov Jatim semakin solid dan berkelanjutan. Sinergisitas yang terbangun ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus mewujudkan Kalimantan Tengah yang Makin BERKAH (Bermartabat, Elok, Religius, Kuat, Amanah, dan Harmonis).

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Rosa Anggreati)