Presiden Pabowo Berencana Tugaskan UKP Ikut Awasi BUMN

Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri HUT ke-1 Danantara. Foto: Antara.

Presiden Pabowo Berencana Tugaskan UKP Ikut Awasi BUMN

Anggi Tondi Martaon • 12 March 2026 03:47

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto berencana menempatkan utusan khususnya untuk mengawasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Rencana tersebut untuk memperkuat pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan negara yang diberi amanah mengelola kekayaan negara.

"Saya telah menunjuk utusan-utusan khusus presiden, dan mungkin akan saya tunjuk nanti utusan-utusan khusus untuk di tiap BUMN yang kita kelola," kata Prabowo dikutip dari Antara, Kamis, 12 Maret 2026.

Kepala Negara berkeyakinan pengawasan ketat terhadap perusahaan-perusahaan pelat merah dibutuhkan. Salah satunya untuk mencegah kebocoran kekayaan negara.

"Kita harus mengawasi karena ini adalah darah bangsa Indonesia. Kalau darah ini bocor terus, bangsa kita dalam keadaan susah," ungkap Prabowo.

Di hadapan jajaran pejabat negara dan petinggi-petinggi Danantara, RI 1 meyakini banyak negara yang kaya bakal merugi jika pengawasannya lemah dan tidak dikelola dengan baik. Maka, pengawasan ketat harus dilakukan.

"Jaga selalu, banyak sovereign wealth fund yang rugi. Banyak sovereign wealth fund di negara yang paling kaya pun rugi akibat tidak baik manajemennya. Kita upayakan semua pengawasan," sebut Prabowo.

Oleh karena itu, Presiden juga berpesan kepada jajaran petinggi dan pengawas Danantara untuk menjaga Danantara sebagai sovereign weaith fund-nya Indonesia. "Ingat, harapan seluruh bangsa, seluruh rakyat di pundak saudara-saudara. Saudara menjaga, saudara mengelola kekayaan anak dan cucu dan cicit kita," ujar Prabowo.

Presiden Prabowo Subianto memberikan pengarahan dalam HUT ke-1 Danantara. Foto: Antara.

Presiden kedelapan Indonesia itu menilai Danantara ini adalah lembaga yang paling diawasi di Indonesia. Sebab, dinilai memiliki dewan pengawas yang diisi sejumlah pihak penting.

"Ada Dewan Pengawas, saya kira Dewan Pengawas kita juga cukup kuat, hampir semua menko (menteri koordinator) ada di situ ya kan. Saya juga minta BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) masuk (sebagai pengawas) keluar (awasi Danantara), BPKP masuk (sebagai pengawas), keluar (awasi Danantara), Kejaksaan, polisi, Panglima TNI, semua ikut mengawasi," ujar Prabowo.

Selain soal pengawasan, Presiden Prabowo kembali mengingatkan pentingnya tata kelola perusahaan yang baik kepada jajaran petinggi Danantara dan pimpinan-pimpinan BUMN.

"Saya yakin dan percaya kunci dari manajemen yang baik adalah di hati, di jiwa," kata Prabowo.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)