Ketua Umum PP Pemuda Katolik, Stefanus Gusma. Dok. Istimewa
Anak Muda Harus Jadi Penggerak Ekonomi Daerah
Siti Yona Hukmana • 13 May 2026 18:34
Jakarta: Anak muda diajak untuk menjadi penggerak ekonomi daerah. Peran strategis anak muda bisa didorong untuk pembangunan daerah, khususnya melalui sektor pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, dan green economy.
Ketua Umum PP Pemuda Katolik, Stefanus Gusma, mengatakan daerah saat ini menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Sehingga, anak muda harus mampu membaca peluang pembangunan yang berkembang di wilayah masing-masing.
“Daerah memiliki potensi besar untuk tumbuh melalui sektor pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, hingga investasi hijau. Pemuda Katolik harus hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengawal pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Gusma dalam keterangannya, Rabu, 13 Mei 2026.
Dia mendorong kader Pemuda Katolik untuk ikut mengambil peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Hal itu disampaikannya menjelang pelaksanaan Kursus Kepemimpinan Lanjut (KKL) I Tahun 2026 yang akan digelar di Hotel Grand Safran, Pangkalpinang, pada 14–17 Mei 2026.
Dia menegaskan, setelah mengikuti KKL I, para kader diharapkan tidak berhenti pada ruang diskusi semata, tetapi mampu terlibat langsung dalam promosi potensi ekonomi daerah. Termasuk memperkuat sektor pariwisata lokal, mendorong produk UMKM, membangun inovasi berbasis green economy di daerah masing-masing, serta membuka peluang kolaborasi dengan program strategis pemerintah seperti KDMP/KNMP.
Kegiatan KKL I bertema “Kepemimpinan Inklusif dan Kolaboratif dalam Mengawal Pembangunan dan Akselerasi Ekonomi Daerah yang Berkelanjutan” ini akan diikuti ratusan kader dari Komda Pemuda Katolik se-Indonesia yang telah melalui proses seleksi, termasuk penyusunan makalah sesuai silabus KKL.
KKL I ini menggunakan metode andragogi atau pembelajaran orang dewasa melalui diskusi kelompok, simulasi, studi kasus, pemetaan sosial-politik, roleplay, hingga penyusunan rencana tindak lanjut berbasis pribadi, kelompok, dan angkatan.
Ketua Komda Pemuda Katolik Bangka Belitung, Bernadus Reco, mengatakan Bangka Belitung memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi daerah berbasis pariwisata berkelanjutan.
“Bangka Belitung punya kekuatan besar melalui wisata pantai, desa wisata, kuliner lokal, ekonomi kreatif, UMKM hingga pengembangan ekowisata. Kami berharap peserta dapat melihat langsung potensi tersebut dan membawa gagasan baru bagi daerah masing-masing,” ujar Bernadus.

Generasi muda. Foto- Ilustrasi Medcom.id
Baca Juga:
SDM Berkualitas Harus Adaptif dengan Perkembangan Zaman |
Dalam forum ini, peserta diharapkan berdinamika terkait berbagai persoalan termasuk membahas strategi diversifikasi ekonomi seperti penguatan destinasi wisata unggulan, peluang kolaborasi ekonomi dengan KDMP/KNMP, digitalisasi UMKM, promosi produk lokal, hingga pengembangan green economy berbasis kelestarian lingkungan.
Kegiatan kursus kepemimpinan ini akan dihadiri para tokoh serta narasumber nasional seperti Mgr. Adrianus Sunarko, OFM; Wakil Kepala BP BUMN Aminuddin Ma'ruf, Gubernur Bangka Belitung, Hidayat Arsani, Rudianto Tjen, Ketua Komisi XI DPR RI Bambang Patijaya; Irjen Pol. Dr. Viktor Theodorus Sihombing; Stanislaus Riyanta; Ombudsman RI Robert Na Endi Jaweng; Sekretaris Eksekutif Kerawam KWI Romo Hans Jeharut, Romo J. Hariyanto, Kikin Tarigan, dan Media Insight Analyst Indicator Indonesia.
Dalam agenda ini juga akan ada penandatanganan MoU antara Pemuda Katolik dan Bawaslu RI, sebagai bentuk penguatan kolaborasi strategis dalam pembangunan demokrasi dan kepemimpinan publik.