'Pasang-Surut' Karier Casemiro, Peraih Man of The Match Pertandingan Brasil vs Jepang

Gelandang Brasil, Casemiro. Foto: X/@casemiro

'Pasang-Surut' Karier Casemiro, Peraih Man of The Match Pertandingan Brasil vs Jepang

Muhamad Marup • 30 June 2026 16:25

Jakarta: Gelandang Brasil, Casemiro meraih penghargaan pemain terbaik pertandingan atau Man of The Match usai Brasil mengalahkan Jepang secara dramatis di babak 32 besar Piala Dunia 2026, Selasa, 30 Juni 2026, dini hari. Pada pertandingan yang berakhir dengan skor 2-1 itu, Casemiro mencetak satu gol.

Raihan tersebut sekaligus membuktikan bahwa gelandang berusia 34 tahun masih mampu memberikan penampilan terbaiknya. Meski sempat kurang sigap dalam menghalau serangan Jepang yang berujung gol, pengalamannya menjadi salah satu faktor keberhasilan Brasil mengunci kemenangan di menit akhir.

Performa Casemiro pada pertandingan tersebut cukup signifikan. Mengutip laman resmi FIFA, Casemiro berada di posisi ketiga untuk aspek penyerangan dengan skor 7.82 dan berada di poisi pertama dari aspek bertahan dengan skor 8.04.

Gelandang Brasil, Casemiro merayakan golnya ke gawang Jepang. Foto: X/@casemiro

Sebagai pesepak bola, karier Casemiro bisa dibilang pasang surut. Meski sukses di Real Madrid dengan gelimang gelar, termasuk lima trofi Liga Champions, perjalanannya sempat mengalami kesulitan.

Terlempar Sebelum Bersinar di Madrid

Casemiro datang ke Madrid dari Sao Paulo pada musim 2013-2014 ketika usianya baru 21 tahun. Meski bermain sebanyak 25 kali di musim perdananya, hanya empat kali saja ia bermain sejak awal pertandingan.

Saat itu, kompetisi untuk menempati posisi di lini gelandang Madrid tengah memanas usai Madird mendatangkan gelandang Jerman, Toni Kroos, pada jendela transfer musim 2014-2015. Madrid akhirnya meminjamkan Casemiro ke FC Porto.

Berada di Porto tak mematahkan semangat Casemiro. Ia menjadi sosok tak tergantikan di lini tengah Dragões dengan memainkan 40 laga dan mencetak empat gol.

Di musim 2015-2016, Casemiro kembali ke Madrid dan setelahnya adalah kisah manis. Trio Casemiro-Kroos-Modric menjadi salah satu kombinasi lini tengah mematikan di Eropa.

Berposisi sebagai gelandang bertahan, Casemiro menjadi penjaga lini tengah ketika Kroos dan Modric merancang serangan. Tak jarang ketika Madrid mengalami kebuntuan, Casemiro muncul mencetak gol melalui tendangan dari luar kotak penalti.

Di Madrid, Casemiro mengoleksi 18 trofi bergengsi yaitu:
  • lima trofi Liga Champions
  • tiga trofi Liga Spanyol
  • tiga trofi Piala Dunia Antara Klub
  • tiga trofi Piala Super UEFA
  • tiga trofi Piala Super Spanyol
  • satu trofi Copa Del Rey
Dari 310 pertandingan untuk Madrid, Casemiro mencetak 31 gol.

Karier Bersama Setan Merah

Usai menjalani musim gemilang di Spanyol, ia pindah ke raksasa Inggris, Manchester United. Di MU Ia berhasil meraih dua trofi yaitu Piala Liga Inggris (Carabao Cup) dan Piala FA.

Produktivitas Casemiro selama membela MU juga mengalami peningkatan. Dari 160 pertandingan, ia mencetak 26 gol.

Meski demikian, di MU ia juga sempat menghadapi kritik mengenai performa dan menit bermain, tetapi ia tetap menunjukkan kualitas dan profesionalismenya. Musim ini, pihak klub dan Casemiro mengumumkan kesepakatan untuk tidak memperpanjang kontrak.

Piala Dunia 2026

Pelatih Brasil, Carlo Ancelotti memasukkan nama Casemiro ke dalam skuad Brasil untuk Piala Dunia 2026. Penunjukan tersebut sangat berdasar mengingat Don Carlo dan Casemiro merupakan bagian dalam kejayaan Real Madrid di Eropa. Keputusan tersebut terbukti selama empat pertandingan. Meski tidak muda lagi, Casemiro tetap bermain di seluruh pertandingan Brasil selama Piala Dunia 2026.

Kehadiran Casemiro di Piala Dunia 2026 merupakan pilihan tepat. Di kompetisi selevel Piala Dunia di mana setiap pertandingan sama pentingnya, pengalaman diperlukan untuk memecah kebuntuan.

(Muhamad Marup)