AS Klaim Jalankan Kampanye Isolasi Ekonomi Terbesar terhadap Iran

AS klaim terapkan sanksi ekonomi berat terhadap Iran. Foto: Anadolu

AS Klaim Jalankan Kampanye Isolasi Ekonomi Terbesar terhadap Iran

Muhammad Reyhansyah • 16 September 2026 19:10

Washington: Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent mengatakan Washington tengah menjalankan kampanye isolasi ekonomi terbesar dalam sejarah terhadap Iran dan pihak-pihak yang membantu negara itu. 

Pernyataan itu disampaikan Bessent dalam sidang tahunan Komite Jasa Keuangan DPR AS yang membahas kondisi sistem keuangan internasional pada Selasa, 15 September 2026.

“Kekuatan ekonomi kami memungkinkan Amerika Serikat menjalankan kampanye isolasi ekonomi terbesar dalam sejarah terhadap Republik Islam Iran dan pihak-pihak yang membantunya,” kata Bessent dalam pidato pembukaan, dikutip dari Anadolu.

Bessent mengatakan Presiden Donald Trump telah mengambil tindakan terhadap Iran yang ditunda pemerintahan sebelumnya.

"Di bawah kepemimpinannya, Amerika tidak lagi mengelola ancaman Iran, kami mengakhirinya," ujar Bessent.

Ia kemudian menggambarkan kondisi ekonomi Iran berada dalam situasi "sangat buruk", dengan menyebut anjloknya nilai mata uang, melonjaknya inflasi, dan antrean panjang pembelian bensin.

Bessent mengaitkan tekanan tersebut dengan blokade AS terhadap Iran dan Operation Economic Outcast, kampanye Departemen Keuangan AS yang diluncurkan pada 24 Agustus untuk menargetkan jaringan keuangan dan pihak-pihak yang dituduh membantu Tehran menghindari sanksi.

"Kami telah melihat mata uang runtuh, kami telah melihat inflasi melonjak," kata Bessent.

Ia mengatakan penegakan terhadap pihak-pihak yang membantu perdagangan Iran dan menghindari sanksi akan diperketat. Menurutnya, langkah tersebut akan mulai "menggigit" pada 23 September dan diterapkan sepenuhnya setelahnya.

"Kami tahu, bagi kalian yang membantu rezim ini, kalian tahu siapa kalian, kami tahu siapa kalian," ujar Bessent.

Bessent juga mengatakan Uni Emirat Arab telah mengumumkan langkah-langkah untuk mengurangi transaksi keuangan dan perdagangan dengan Iran. Ia menambahkan Departemen Keuangan AS telah menjatuhkan sanksi terhadap cabang sebuah bank Mesir di Dubai yang disebut mentransfer lebih dari USD1,8 miliar ke Iran sejak 2025.

Terkait Tiongkok, Bessent mengatakan Washington telah melakukan sejumlah pembicaraan tertutup yang dinilainya positif. Ia berharap dialog tersebut berlanjut dalam pertemuannya dengan Wakil Menteri Tiongkok Liao Min pada akhir pekan ini.

(Fajar Nugraha)