Akmal (kanan) bersama ABK lain yang bekerja di KM Virgo Transport 8 yang mengalami kecelakaan, menghubungi keluarga melalui telepon seluler setelah berhasil dievakuasi di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa, 15 September 2026. ANTA
Berkat Tabung Elpiji, Lima ABK KM Virgo Transport 8 Bertahan 9 Jam di Tengah Laut
Silvana Febiari • 15 September 2026 15:19
Banjarmasin: Lima Anak Buah Kapal (ABK) KM Virgo Transport 8 selamat setelah berpegangan pada satu tabung elpiji kosong ukuran tiga kilogram saat kapal mengalami kecelakaan di Laut Jawa, Minggu, 13 September 2026. Mereka bertahan sekitar sembilan jam terombang-ambing di tengah laut sebelum ditemukan dan dievakuasi kapal tunda.
Seorang ABK, Akmal, mengatakan dirinya bersama empat ABK lainnya berpegangan pada satu tabung elpiji saat berada di tengah laut. Mereka menggunakan tabung tersebut karena tidak menemukan sekoci maupun rakit karet setelah menyelamatkan diri dari kapal.
“Kami lima orang pegang satu tabung elpiji. Tabung elpiji tiga kilo yang kosong,” kata Akmal saat ditemui usai berhasil dievakuasi dan mendarat di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, dilansir Antara, Selasa, 15 September 2026.
Akmal merupakan satu dari 22 korban selamat yang dievakuasi menggunakan Kapal Rigid Bouyancy Boat (RBB) Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banjarmasin dari KRI Nala. Ia sempat beberapa kali berpindah kapal setelah diselamatkan pada Minggu, 13 September 2026, sekitar pukul 10.00 WITA, sementara kecelakaan terjadi sekitar pukul 01.00 WITA.
Mereka berada di laut sejak sekitar pukul 01.00 WITA dan baru ditemukan kapal tunda sekitar pukul 10.00 WITA. Selama hampir sembilan jam, mereka bertahan menghadapi gelombang besar hanya dengan berpegangan pada tabung tersebut.
Selama berada di laut, Akmal menghadapi gelombang besar yang membuat dirinya bersama empat ABK lainnya terus berusaha mempertahankan pegangan hingga pertolongan tiba.
Akmal mengatakan tidak melihat sekoci maupun rakit karet selama berada di laut. Kelimanya tetap bertahan bersama hingga kapal tunda datang dan mengevakuasi mereka dari perairan.
“Saya kemudian melihat terdapat korban selamat dan meninggal dunia di atas kapal tunda, tetapi tidak mengetahui secara pasti kondisi para korban sebelum mereka dievakuasi dari laut,” ucapnya.

KM Virgo Transport 8. Dokumentasi/ Metro TV.
Akmal yang berasal dari Kabupaten Garut, Jawa Barat, itu diketahui bekerja sebagai petugas kebersihan di KM Virgo Transport 8. Ia telah bekerja di kapal tersebut sekitar tiga bulan sebelum kecelakaan terjadi.
Basarnas mengonfirmasi sebanyak 114 korban telah ditemukan hingga pukul 09.00 WITA. Mereka terdiri atas 108 korban selamat dan enam orang meninggal dunia, sehingga masih terdapat 129 orang yang belum ditemukan dari total 243 orang.
Dari 114 korban yang telah ditemukan, sebanyak 110 korban sudah tiba di Banjarmasin, terdiri atas 108 korban selamat dan dua korban dalam keadaan meninggal dunia. Sementara empat korban lain dalam keadaan meninggal dunia masih proses evakuasi menggunakan armada udara.
Kapal Virgo Transport 8 membawa 243 penumpang dan dilaporkan hilang kontak di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu, 13 September 2026, sekitar pukul 02.00 WITA. Kapal tersebut sebelumnya berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu, 12 September 2026.