Gempa di Kabupaten Bandung dengan kekuatan M2,7, Kamis, 17 September 2026. (tangkapan layar)
BMKG: Rentetan Gempa Bandung Dipicu Sesar Lokal yang Belum Terpetakan
Lukman Diah Sari • 17 September 2026 16:28
Bandung: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut rentetan 118 kali gempa bumi di wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dipicu oleh aktivitas sesar lokal yang belum terpetakan. Ratusan gempa tersebut terjadi pada periode 11 Agustus hingga 17 September 2026.
“Sebaran gempa bumi yang terjadi berada pada area yang belum terpetakan, sehingga perlu dilakukan kajian yang lebih mendalam terkait sumber gempa tersebut,” kata Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, di Bandung, Kamis, 17 September 2026, melansir Antara.
Wijayanto merinci, 118 gempa tersebut bermagnitudo 1,0 hingga 3,4. Dari total kejadian itu, sebanyak 13 gempa dirasakan warga di Pangalengan, Talegong, dan Cisewu dengan intensitas II-III MMI (Modified Mercalli Intensity). Getaran dirasakan nyata di dalam rumah, menyerupai sensasi truk melintas.
Baca Juga :
“Lokasi pusat gempa berada sekitar 5-8 kilometer sebelah barat Sesar Garsela Segmen Kendang dan sebelah utara Sesar Garsela Segmen Kencana. Secara tektonik, rangkaian gempa bumi tersebut berkaitan dengan aktivitas sesar lokal,” urai Wijayanto.
f*

Ilustrasi: Salah satu rumah mengalami kerusakan berat akibat gempa yang terjadi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. ANTARA/Rubby Jovan
Berdasarkan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024 yang dirilis Pusat Studi Gempa Nasional (PuSGen), sebaran gempa ini tak masuk dalam zona Sesar Garsela (Segmen Kendang dan Kencana) maupun Sesar Cicalengka. Namun, aktivitas seismik skala kecil di kawasan ini umumnya bersumber dari pergerakan patahan aktif di daratan Jawa Barat.
BMKG memastikan akan terus memantau perkembangan aktivitas kegempaan di wilayah Kabupaten Bandung dan sekitarnya.
“Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” pesan dia.