Pesawat modifikasi cuaca. Foto: Metro TV
BMKG Perpanjang Operasi Modifikasi Cuaca di Jakarta
Atalya Puspa • 22 January 2026 12:43
Jakarta: Operasi modifikasi cuaca (OMC) yang dilaksanakan BMKG bersama Pemprov Jakarta untuk menekan risiko bencana akibat hujan ekstrem menunjukkan hasil positif. Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto menyebut, pelaksanaan OMC di wilayah Jakarta dan sekitarnya berjalan cukup efektif dalam mengendalikan potensi curah hujan tinggi selama periode siaga.
“Hasilnya cukup baik,” kata Seto saat dihubungi, Kamis, 22 Januari 2026.
Seiring masih adanya potensi hujan ekstrem di wilayah Jabodetabek, BMKG memastikan sebagian operasi modifikasi cuaca masih diperpanjang. Seto menjelaskan, perpanjangan OMC dilakukan dengan skema pembiayaan yang berbeda.
“Untuk OMC yang dibiayai BPBD DKI Jakarta, operasi terakhir dilakukan pada 22 Januari. Sedangkan yang dibiayai BNPB berlangsung hingga 25 Januari 2026,” ujarnya.
Sebelumnya, BMKG bersama BPBD DKI Jakarta dan TNI Angkatan Udara melaksanakan OMC pada 16–22 Januari 2026 dengan pusat komando di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Operasi ini dilakukan sebagai langkah mitigasi untuk menekan risiko bencana hidrometeorologi di tengah potensi hujan ekstrem pada puncak musim hujan.
Dalam pelaksanaannya, BMKG mengerahkan satu unit pesawat Casa 212 dengan bahan semai berupa NaCl dan CaO. Penyemaian diprioritaskan pada awan-awan hujan yang masih berada di wilayah perairan agar hujan turun sebelum memasuki daratan Jakarta dan sekitarnya, serta untuk menghambat pertumbuhan awan baru di daratan.
Pesawat modifikasi cuaca. Foto: Metro TVDeputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB Andi Eviana mengapresiasi kesiagaan dan kolaborasi lintas sektor dalam mencegah dan menanggulangi bencana. Bukan hanya OMC, sinergi erat upaya penanganan bencana secara umum menjadi kunci utama keselamatan masyarakat luas.
“Penanganan bencana di Jakarta yang berjalan secara terintegrasi merupakan langkah baik yang perlu terus dijalankan dan dioptimalkan. Prakiraan dan pemantauan cuaca yang diberikan BMKG akan sangat diperlukan dalam menyusun strategi yang efisien dalam penanganan dan mitigasi bencana,” ujar Andi Eviana.