Head of Investment & Insurance Product, Consumer Banking Group PT Bank DBS Indonesia, Djoko Sulistyo. Metrotvnews.com/Surya Mahmuda
Asuransi Jadi Kunci Penting agar Rencana Pensiun Tak Terhenti
Eko Nordiansyah • 20 January 2026 11:48
Jakarta: Perencanaan masa pensiun seringkali hanya identik dengan menabung dan berinvestasi. Namun, Head of Investment & Insurance Product, Consumer Banking Group PT Bank DBS Indonesia, Djoko Sulistyo, menekankan asuransi memegang peranan penting dalam menjaga keberlangsungan keuangan jangka panjang.
Dalam peluncuran kampanye "Pensiun Gak Susah", Djoko menjelaskan banyak orang sudah disiplin menyisihkan sekitar 10 persen dari penghasilan untuk investasi. Namun, rencana tersebut bisa seketika gagal jika terjadi risiko yang menyebabkan sumber pendapatan terhenti.
"Amit-amit di tengah jalan ada apa-apa sampai income kita berhenti, tujuan keuangan yang sudah kita hitung otomatis akan mandek karena aliran modal terhenti. Nah, disinilah peran asuransi," ujar Djoko dalam Peluncuran Pensiun Gak Susah, dikutip Selasa, 20 Januari 2026.
Ia pun menyarankan masyarakat untuk mulai melirik asuransi selagi usia masih muda. Selain karena premi yang cenderung lebih murah, asuransi merupakan komponen yang harus disesuaikan dengan kemampuan finansial saat ini.

(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)
Animo masyarakat terhadap asuransi
Terkait animo masyarakat terkait asuransi, Djoko mengakui penetrasi asuransi di Indonesia masih tergolong rendah. Meski demikian, ia melihat adanya tren positif dalam beberapa waktu terakhir.“Yang saya perhatikan asuransi itu, penetrasi Indonesia termasuk yang gak tinggi. Kita tuh selalu berkisar plus minus mungkin sekitar dua atau tiga persen. Tapi kalau dilihat minat saya rasa sih ada ya bertambah, apalagi dengan edukasi yang sekarang lebih maju,” ungkap dia.
Djoko menambahkan, peningkatan minat ini didorong oleh kemudahan akses informasi dan edukasi, terutama melalui media sosial sehingga masyarakat lebih melek terhadap asuransi.
"Kalau sekarang kita buka media sosial seperti TikTok atau Instagram, banyak kesaksian (tentang asuransi). Dengan banyak membaca, itu menjadi bagian dari edukasi," tambah dia.
Meski kesadaran mulai tumbuh, Djoko menilai tantangan terbesar saat ini adalah kedisiplinan masyarakat dalam memiliki dan mempertahankan polis asuransi. Djoko mencatat ada kelompok masyarakat yang sudah sadar namun belum beraksi, serta kelompok yang sudah memiliki asuransi namun perlu menyesuaikan jenis proteksinya.
“Tinggal sekarang dari sisi kita masing-masing, gimana bisa mendisiplinkan untuk melakukan asuransi tersebut, karena ada orang yang sudah sadar tapi belum melakukan asuransi, tapi ada juga orang yang sudah melakukan. Itu nanti tinggal disesuaikan saja karena jumlah dan jenisnya tiap tahun berubah-ubah,” jelas dia. (Surya Mahmuda)