Petugas penyelamat berada di lokasi tabrakan dua kereta cepat di Spanyol, Minggu, 18 Januari 2026. (X / @eleanorinthesky)
Spanyol Tetapkan Tiga Hari Berkabung usai Tabrakan Kereta yang Tewaskan 40 Orang
Muhammad Reyhansyah • 20 January 2026 09:00
Cordoba: Pemerintah Spanyol menetapkan tiga hari berkabung nasional mulai Senin, 19 Januari 2026 setelah kecelakaan kereta cepat di Provinsi Cordoba, Spanyol selatan, menewaskan sedikitnya 40 orang. Perdana Menteri Pedro Sanchez menyatakan negara akan memberikan penghormatan kepada para korban sekaligus memastikan penyelidikan menyeluruh atas insiden tersebut.
Sekitar 120 orang lainnya mengalami luka-luka, termasuk 12 penumpang yang masih dirawat di unit perawatan intensif, menurut laporan penyiar nasional RTVE. Pemerintah daerah Andalusia menyebutkan sedikitnya 37 orang masih dinyatakan hilang, dan belum dapat dipastikan apakah sebagian dari mereka termasuk dalam daftar korban meninggal.
Sanchez menegaskan otoritas akan mengungkap penyebab kecelakaan secara transparan.
“Kami akan menemukan kebenaran, mengetahui jawabannya, dan ketika itu jelas, kami akan menyampaikannya kepada publik dengan keterbukaan dan kejelasan penuh,” ujarnya, seperti dikutip Anadolu Agency, Selasa, 20 Januari 2026.
Komite Investigasi Kecelakaan Perkeretaapian dilaporkan telah memulai penyelidikan, sementara operator kereta nasional Renfe menyatakan indikasi awal tidak mengarah pada kesalahan manusia.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 19.40 waktu setempat ketika kereta cepat yang melaju dari Malaga menuju Madrid anjlok di dekat kota Adamuz dan memasuki jalur rel di sebelahnya. Insiden itu memicu anjloknya kereta kedua yang tengah melaju dari Madrid menuju Huelva.
Otoritas regional menyebutkan dua gerbong kereta jenis Alvia terperosok ke lereng setinggi sekitar empat meter, sehingga menyulitkan proses evakuasi, sebagaimana dilaporkan harian El Pais.
Layanan darurat mengerahkan sumber daya besar ke lokasi kejadian, termasuk unit perawatan intensif bergerak, ambulans, kendaraan logistik, serta pos medis untuk melakukan triase dan menstabilkan korban sebelum dipindahkan ke rumah sakit. Unit Darurat Militer Spanyol juga mengirim sekitar 40 personel dan 15 kendaraan guna membantu operasi penyelamatan.
Presiden Regional Andalusia Juan Manuel Moreno, yang meninjau langsung lokasi kecelakaan, menyebut peristiwa tersebut sebagai “hari yang sangat berat bagi Andalusia.” Ia mengatakan angka korban yang lebih pasti akan diumumkan setelah proses identifikasi selesai.
Menteri Transportasi Oscar Puente menggambarkan kecelakaan itu sebagai “sangat tidak biasa,” mengingat lokasi kejadian berada di jalur lurus yang baru direnovasi pada Mei lalu. Ia menyatakan sebuah komisi independen akan menyelidiki apakah penyebab kecelakaan terkait dengan infrastruktur atau sarana kereta.
Sanchez membatalkan seluruh agenda resminya pada Senin, termasuk pertemuan dengan pemimpin oposisi Alberto Nunez Feijoo, dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Dukungan internasional juga datang dari Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menyatakan solidaritasnya kepada Spanyol melalui media sosial.
Akibat kecelakaan tersebut, layanan kereta antara Madrid dan sejumlah kota di Andalusia, termasuk Seville, Malaga, Cordoba, dan Huelva, dihentikan sementara. Renfe melaporkan lebih dari 130 perjalanan dibatalkan serta menawarkan perubahan jadwal dan pengembalian dana gratis bagi penumpang terdampak.
Pengelola infrastruktur perkeretaapian Spanyol, Adif, membuka saluran bantuan bagi keluarga korban dan mengumumkan bahwa layanan kereta cepat antara Madrid dan Andalusia ditangguhkan hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Spanyol sebelumnya pernah mengalami salah satu kecelakaan kereta paling mematikan pada 2013, ketika kereta cepat dari Madrid menuju Galicia anjlok dan menewaskan 79 orang serta melukai 179 lainnya.
Baca juga: Korban Tewas Tabrakan Kereta di Spanyol Bertambah jadi 39 Orang