Lumpuhkan 10 Anggota OPM dan Rebut 56 Markas, Prajurit Marinir Raih Penghargaan Tertinggi

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali menganugerahkan penghargaan tertinggi kepada dua satuan tugas (satgas) Korps Marinir yang menorehkan prestasi gemilang di Papua. Dok. TNI

Lumpuhkan 10 Anggota OPM dan Rebut 56 Markas, Prajurit Marinir Raih Penghargaan Tertinggi

Achmad Zulfikar Fazli • 7 May 2026 08:31

Jakarta: Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali menganugerahkan penghargaan tertinggi kepada dua satuan tugas (satgas) Korps Marinir yang menorehkan prestasi gemilang di Papua. Apresiasi ini diberikan atas keberhasilan prajurit baret ungu dalam operasi pengamanan perbatasan yang tidak hanya melumpuhkan anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM), tetapi juga merebut puluhan markas kelompok bersenjata.

Penyerahan penghargaan dilaksanakan dalam Apel Komandan Satuan TNI AL Tahun 2026 di Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal), Jakarta, Senin, 4 Mei 2026. Salah satu satuan yang menerima penghargaan tersebut adalah Satgas Pengamanan Perbatasan RI–PNG Mobile Batalyon Infanteri (Yonif) 10 Marinir Gobang IV di bawah pimpinan Letkol Mar Aris Moko lulusan Akademi Angkatan Laut angkatan 2005 

Rebut Puluhan Markas Persenjataan dan Logistik

Satgas Yonif 10 Marinir Gobang IV yang bertugas di wilayah Papua Barat Daya, mencatatkan capaian signifikan dengan berhasil menguasai 56 markas OPM yang tersebar di sejumlah titik strategis, termasuk Kabupaten Maybrat dan Kabupaten Bintuni. Dalam rangkaian beberapa operasi tersebut, prajurit Marinir juga  melumpuhkan 10 anggota kelompok separatis bersenjata, serta mengamankan 4 pucuk senjata api, 13 pucuk senapan amonisi, 146 buah senjata tradisional, 11 HP, 2 HT Motorolla, 2 buku agenda OPM, 24 buah power system, aksesoris Bintang Kejora, dan perlengkapan logistik lainnya.

Keberhasilan ini menunjukkan kapabilitas tempur tinggi serta efektivitas operasi yang dilaksanakan oleh Korps Marinir dalam menghadapi medan operasi yang kompleks dan berisiko tinggi.

Aksi Humanis Merebut Hati Rakyat

Selain keberhasilan operasi tempur, Satgas Gobang IV menonjol dalam pendekatan teritorial yang humanis. Berbagai kegiatan sosial dilakukan secara konsisten, seperti pelayanan kesehatan gratis, jumat berkah, makan bersama pembangunan fasilitas ibadah, hingga pemasangan lampu tenaga surya di wilayah terpencil.

Pendekatan ini dinilai efektif dalam membangun kepercayaan masyarakat serta memperkuat kehadiran negara di daerah rawan konflik.Hal ini terbukti dengan dianugerahinya Komandan Satgas dengan gelar "Apan Mana (Kepala Ular/Panglima Perang)" oleh para Kepala Adat Aifat Raya. 

Panglima Korps Marinir, Endi Supardi, menegaskan capaian tersebut merupakan wujud nyata profesionalisme prajurit yang mampu mengombinasikan kekuatan militer dan pendekatan sosial secara seimbang.

Riwayat Penghargaan

Sebelum menerima penghargaan tertinggi dari KSAL, sejumlah prajurit yang tergabung dalam Satgas Yonif 10 Marinir Gobang IV juga telah memperoleh kenaikan pangkat luar biasa (KPLB), Sekolah, Satgas Luar Negeri sebagai bentuk apresiasi atas keberanian dan prestasi mereka dalam pelaksanaan tugas operasi di Papua.

Baca Juga: 

Satgas Damai Cartenz Selidiki Penembakan Warga oleh KKB di Yahukimo



Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali menganugerahkan penghargaan tertinggi kepada dua satuan tugas (satgas) Korps Marinir yang menorehkan prestasi gemilang di Papua. Dok. Mabes TNI.jpeg

Kenaikan pangkat luar biasa tersebut diberikan kepada prajurit yang dinilai menunjukkan aksi heroik, dedikasi tinggi, serta kontribusi signifikan dalam keberhasilan operasi, khususnya dalam kontak tembak dan penguasaan wilayah basis kelompok bersenjata. 

Penghargaan ini menjadi bagian dari rangkaian apresiasi berjenjang yang diberikan oleh pimpinan TNI, TNI AL, dan Korps Marinir mulai dari penghargaan di tingkat satuan, kenaikan pangkat luar biasa, hingga penganugerahan penghargaan tertinggi oleh KSAL.

Penghargaan Tertinggi Negara

Penghargaan yang diberikan oleh KSAL merupakan bentuk pengakuan atas dedikasi, keberanian, dan pengabdian prajurit dalam menjaga kedaulatan negara. Sejumlah sumber media juga menyebutkan bahwa capaian Satgas Gobang IV menjadi salah satu operasi yang memberikan dampak signifikan terhadap stabilitas keamanan di Papua, khususnya di wilayah Papua Barat Daya. 

Keberhasilan ini sekaligus menegaskan bahwa strategi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua dilakukan melalui kombinasi ketegasan operasi tempur dan pendekatan sosial yang humanis, sehingga mampu menciptakan kondisi yang lebih kondusif serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap negara.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)