Ilustrasi Pexels
Perkembangan Kasus Hantavirus di Kapal Pesiar, Dua Penumpang dari ASEAN
Muhamad Marup • 11 May 2026 18:38
Jakarta: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengeluarkan Disease Outbreak News (DONs) tentang kejadian infeksi hantavirus yang ditemukan di kapal pesiar MV Hondius. WHO juga telah mengimbau 12 negara terkait sebaran kasus tersebut.
Mengutip laman yarsi.ac.id, Senin, 11 Mei 2026, Direktur Pascasarjana Universitas YARSI, Tjandra Yoga Aditama, merangkum perkembangan kasus hantavirus tersebut. Berikut ini hasil rangkumannya:
Temuan kasus
Tjandra mengatakan, per tanggal 8 Mei 2026, sudah ada 6 kasus terkonfirmasi secara laboratorium. Semuanya adalah Hantavirus jenis Andesvirus (ANDV) sesuai hasil pemeriksaan virus specific polymerase chain reaction (PCR) atau sequencing."Selain itu, ada 2 kasus probable, sehingga jumlah total 8 kasus infeksi hantavirus di kapal pesiar itu," ujar Tjandra.
Dari 8 kasus itu, lanjutnya, 3 di antaranya meninggal. Angka kematian atau case fatality ratio adalah 38%.
"Artinya hampir 40% kasusnya harus meninggal dunia, cukup tinggi dan mengkawatirkan," terangnya.
Potensi sebaran kasus
Tjandra menerangkan, sejauh ini sudah dilakukan dua kali penerbangan evakuasi medik dari Cape Verde tempat kapal bersandar ke Belanda. Berdasarkan data terakhir sampai kemarin maka pasien-pasien dari kapal pesiar ini kini tersebar di Johannesburg, Afrika Selatan, Belanda dan Zurich di Swiss."Ada satu kasus di bawa ke Jerman yang kemudian tes PCR dan serologinya negatif sehingga bukan lagi dianggap kasus infeksi hantavirus. Artinya, penumpang kapal sudah ada yang ke berbagai negara di dunia," jelasnya.
Berdasarkan hipotesis WHO, Tjandra mengatakan bahwa kasus pertama atau index case nampaknya sangat mungkin terinfeksi hantavirus sebelum naik ke kapal pesiar. Dugaan penularan terjadi di lingkungan dalam kegiatan di Argentina dan Chile.
MV Hondius, kapal pesiar yang membawa penumpang terjangkit Hantavirus. Foto: Cruise Mapper
Kemudian, lanjutnya, dari kasus pertama itu lalu terjadi penularan manusia ke manusia di atas kapal pesiar. Hal tersebut didasari pada data timbulnya gejala dan hubungannya dengan masa inkubasi ANDV."Untuk menganalisa hipotesa ini maka penelitian masih terus dilakukan, baik secara epidemiologis dan penyelidikan sequencing," tuturnya.
Tjandra menerangkan, dalam dua tiga hari yang lalu ada berita bahwa seorang pramugari KLM Royal Dutch Airlines diobservasi tentang kemungkinan tertular. Pramugari tersebut memiliki kontak dengan salah seorang pasien terkonfirmasi.
Data terakhir menunjukkan hasil pemeriksaan laboratorium pramugari tersebut negatif hantavirus. Pemantauan pada kontak-kontak yang lain masih terus dilakukan.
"Dalam hal ini perlu diketahui bahwa di atas kapal pesiar ini ada warga dari ASEAN negara tetangga kita, yaitu dari Filipina dan Singapura," ucapnya.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com