3 Juta Paket Makanan Siap Saji Diberikan untuk Jemaah Haji Selama Armuzna

Paket makanan siap saji. Foto: MI/Akmal Fauzi

3 Juta Paket Makanan Siap Saji Diberikan untuk Jemaah Haji Selama Armuzna

Akmal Fauzi • 19 May 2026 19:19

Jakarta: Kementerian Haji dan Umrah RI menyiapkan skema logistik khusus saat puncak ibadah haji. Seluruh jemaah haji Indonesia, dipastikan bakal menerima paket makanan siap saji atau ready to eat (RTE), guna menjaga stamina selama fase Arafah Muzdalifah dan Mina (Armuzna).

“Total RTE yang kita butuhkan, terutama di Armuzna, totalnya sekitar 3.082.200 paket. Ini kita bagi dalam hai dua kategori besar,” kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji Kemenhaj RI, Jaenal Effendi, di Mekah, Selasa, 19 Mei 2026.

Kategori pertama disiapkan untuk hari-hari utama Armuzna, yakni pada 8 hingga 12 Dzulhijjah, dengan total 1.849.680 paket.

“Yang melakukan kontrak dengan dua syarikah ini adalah PT Halalanto Iba dan Family Food. Seluruhnya sudah terdistribusi oleh dua syarikah,” kata Jaenal.
 


Sementara itu, kategori kedua dialokasikan untuk kebutuhan tanggal 7, 8, dan 13 Dzulhijjah dengan jumlah 1.232.520 paket. Pasokan ini diproduksi oleh industri makanan asal Indonesia yang bekerja sama dengan perusahaan di Arab Saudi.

Jaenal menjelaskan langkah penyediaan makanan yang dilakukan lebih awal. Yakni, sebagai strategi mitigasi untuk mengantisipasi tersendatnya pasokan bahan baku akibat situasi geopolitik global saat ini.

“Kemarin karena adanya geopolitik dan kenaikan bahan baku, kami memastikan pelaksanaan Armuzna mulai tanggal 7 sampai 13 tetap aman,” katanya. Saat ini, sebagian besar paket makanan sudah berada di dapur penyedia dan siap didistribusikan ke hotel-hotel pemondokan jemaah.

“Alhamdulillah sebagian besar sudah ada di dapur dan akan didistribusikan ke hotel-hotel tempat para jemaah tinggal,” tambahnya.

Menu yang dihadirkan pun telah disesuaikan dengan lidah Nusantara, mulai dari gulai ayam wortel kentang, semur ayam kacang merah, rendang daging kacang merah, kare ayam kentang, hingga nasi uduk dan nasi basmati putih. “Nah, ini memang kita sesuaikan dengan cita rasa Indonesia,” imbuh Jaenal.


Ilustrasi ibadah haji. Foto: Metro TV/Bahol

Pihak otoritas menjamin makanan RTE ini sangat praktis karena dapat langsung dikonsumsi tanpa perlu proses pengolahan ulang. “Ini sudah bisa langsung dibuka dan dimakan. Tidak perlu dipanaskan atau perlakuan lain,” tegasnya.

Kendati demikian, Jaenal meminta para petugas haji di lapangan untuk aktif memberikan edukasi kepada jemaah mengenai cara konsumsi makanan kemasan ini. Berdasarkan hasil pengujian, paket makanan RTE memiliki masa kedaluwarsa hingga 18 bulan sehingga dipastikan sangat aman selama masa operasional haji.

“Kemarin juga sudah kita uji lagi di laboratorium dan masih sangat layak untuk dikonsumsi,” kata Jaenal.

Melalui kepastian logistik yang praktis ini, jemaah diharapkan dapat menjaga kondisi fisik dan menghemat energi. “Mudah-mudahan jemaah bisa nyaman beribadah dan fokus karena kebutuhan makan selama Armuzna tercukupi,” ujarnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(M Sholahadhin Azhar)