Presiden Prabowo Subianto paparkan Nota Keuangan RAPBN 2027. Foto: TV Parlemen
Prabowo Siap Kasih Insentif Produsen Motor Listrik Nasional, Ini Syaratnya
Husen Miftahudin • 14 August 2026 17:34
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menyiapkan insentif bagi perusahaan Indonesia yang mampu memproduksi satu juta juta motor listrik di dalam negeri.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mempercepat elektrifikasi mobilitas masyarakat sekaligus mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) impor.
"Kita akan mempercepat proses elektrifikasi mobilitas rakyat. Subsidi BBM harus kita kurangi secara signifikan. Untuk itu pemerintah telah meluncurkan ekosistem motor listrik nasional," kata Prabowo dalam penyampaian RAPBN 2027 dan Nota Keuangan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.
Prabowo mengatakan pemerintah akan memberikan insentif dalam jumlah cukup besar kepada perusahaan Indonesia yang mampu membangun kapasitas produksi satu juta motor listrik.
"Hari ini kita umumkan, kita akan beri insentif yang cukup besar untuk mereka yang bisa membangun satu juta motor listrik, yang diproduksi di dalam negeri oleh perusahaan Indonesia," papar dia.
Dengan kebijakan tersebut, pemerintah ingin mendorong peningkatan kapasitas produksi motor listrik nasional sekaligus memperkuat industri dalam negeri.
Tiga tujuan insentif motor listrik
Prabowo menjelaskan kebijakan insentif tersebut memiliki tiga tujuan utama, yakni menurunkan biaya kendaraan bagi masyarakat, mengurangi konsumsi bahan bakar impor, serta memperbesar industri motor listrik nasional."Kebijakan ini mempunyai tiga tujuan sekaligus, menurunkan biaya kendaraan untuk rakyat, mengurangi konsumsi bahan bakar impor, dan membesarkan industri motor listrik nasional beserta rantai pasok baterai, komponen, perangkat lunak, serta layanan purna jualnya," kata Prabowo.
Menurut Prabowo, Indonesia juga telah memiliki hampir seluruh unsur yang dibutuhkan untuk produksi baterai kendaraan listrik. "Kita telah memiliki hampir semua unsur dalam baterai untuk kendaraan listrik, hampir semua," jelas Presiden.
Biaya BBM pengguna motor listrik bisa turun
Kepala Negara menambahkan, penggunaan motor listrik dapat memberikan penghematan bagi masyarakat. Ia memperkirakan pengeluaran pengguna untuk energi kendaraan listrik bisa lebih rendah dibandingkan biaya BBM saat ini."Setiap motor listrik buatan anak-anak Indonesia yang melaju di jalan raya adalah tiga kemenangan sekaligus bagi bangsa kita," kata Prabowo.
Ia menjelaskan kemenangan pertama berupa penghematan biaya bagi masyarakat. Pemerintah memperkirakan pengguna motor listrik dapat membayar sekitar 50 persen lebih rendah dibandingkan pengeluaran BBM saat ini, bahkan berpotensi turun menjadi sekitar 30 persen dari biaya yang dikeluarkan sekarang.
"Kita perkirakan mereka akan bayar 50 persen lebih rendah dari pengeluaran yang mereka lakukan sekarang untuk BBM. Bahkan bisa nanti turun hanya 30 persen dari biaya yang mereka keluarkan sekarang," papar dia.
Dua manfaat lainnya adalah pengurangan impor energi serta penciptaan lapangan kerja dan pendapatan bagi masyarakat Indonesia. "Pertama, penghematan bagi rakyat. Kedua, pengurangan impor energi dan ketiga, pekerjaan, penghasilan bagi anak-anak Indonesia," tutur Prabowo.