Petugas gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan kebakaran di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur, Rabu (12/8). (Dok: BNPB)
Kebakaran Bromo, BNPB: Satgas Siaga Penuh, Intensifkan Operasi Darat dan Udara
Lukman Diah Sari • 12 August 2026 22:38
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan satuan tugas (satgas) gabungan darat dan udara bersiaga penuh dalam melakukan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Plh. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Dodi Yuleova, mengatakan bahwa operasi pemadaman dilakukan secara terpadu melalui aksi pemadaman langsung di darat serta dukungan pemadaman udara atau water bombing.
"Operasi udara dilakukan melalui dukungan helikopter water bombing sebanyak tiga sorti untuk pemadaman dan pembasahan di dua lokasi hari ini, yakni kawasan P30, Kabupaten Probolinggo, dan Pusung, Desa Wonokitri, Kabupaten Pasuruan," kata dia, di Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026, melansir Antara.
Menurut dia, kondisi luasnya bentang titik kebakaran di TNBTS yang mencakup empat wilayah kabupaten, patroli darat dan pemantauan udara akan terus diintensifkan guna mendeteksi titik api maupun titik panas. Adapun pengamatan visual ini turut diperkuat dengan pemanfaatan aplikasi Sistem Monitoring Hutan dan Lahan (SIPONGI) agar titik panas baru dapat diantisipasi secara cepat.
Penutupan total seluruh akses wisata TNBTS hingga batas waktu yang belum ditentukan, kata dia, juga dilakukan untuk mendukung pengendalian risiko dan menjaga keselamatan publik.
"Penutupan kawasan ini dilakukan demi memberikan ruang gerak yang optimal bagi petugas satgas dalam melaksanakan pemadaman, pemantauan, serta penyekatan titik api tanpa memicu risiko bagi pengunjung," jelas dia.

Petugas gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan kebakaran di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur, Rabu (12/8). (Dok: BNPB)
BNPB bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, dan pengelola kawasan mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu percikan api, serta segera melapor apabila menemukan kepulan asap di sekitar kawasan hutan.
Dodi juga menegaskan bahwa penanganan karhutla di kawasan TNBTS terus mengedepankan prinsip keselamatan personel, kecepatan respons terhadap munculnya titik api, serta pemantauan berkelanjutan hingga seluruh area terdampak benar-benar dinyatakan aman.
Upaya tersebut sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan dampak kebakaran tidak meluas, yang dapat membahayakan kesehatan karena asap, kerusakan ekosistem, hingga perekonomian masyarakat setempat dari aktivitas kepariwisataan.