Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah. Foto: Metrotvnews.com
Kemlu: ABK WNI Korban Serangan Drone di Yaman Masih Belum Ditemukan
Muhammad Reyhansyah • 13 August 2026 17:31
Jakarta: Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan satu warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi anak buah kapal (ABK) MV Tihamah masih berstatus hilang setelah kapal tersebut terkena serangan drone di wilayah Yaman pada Selasa, 11 Agustus 2026.
Upaya pencarian terhadap WNI tersebut masih dilakukan.
Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah mengatakan status WNI ketiga tersebut dikonfirmasi melalui note verbale atau nota diplomatik dari Kementerian Luar Negeri Yaman yang diterima Kemlu RI.
Menurut Heni, upaya pencarian dan penyisiran di wilayah laut terhadap WNI yang hilang masih dilakukan secara intensif oleh pihak-pihak terkait. Kemlu RI bersama KBRI Muscat juga terus berkomunikasi dengan otoritas Yaman untuk mendapatkan perkembangan terbaru mengenai proses pencarian tersebut.
Sebelumnya, sejumlah sumber dan media internasional memberitakan satu WNI ABK MV Tihamah meninggal dunia dalam insiden tersebut.
Namun, informasi tersebut belum dapat dikonfirmasi oleh Kemlu RI. Dengan adanya konfirmasi terbaru dari Kementerian Luar Negeri Yaman, status WNI tersebut saat ini dinyatakan masih hilang dan belum ditemukan.
Dua WNI Dipastikan Selamat
Sementara itu, dua WNI lainnya yang berada di kapal MV Tihamah dipastikan selamat dan dalam kondisi stabil. Heni mengatakan satu WNI mengalami luka ringan akibat terkena serpihan dalam insiden tersebut. Korban tidak memerlukan perawatan di rumah sakit.Sementara satu WNI lainnya mengalami luka dan masih mendapatkan perawatan di rumah sakit. Namun, kondisi korban dipastikan stabil.
"Dua ABK ini dua-duanya dipastikan selamat. Yang satu mengalami luka ringan akibat serpihan dan tidak diperlukan perawatan di rumah sakit. Yang satu mengalami luka dan masih mendapatkan perawatan, namun saat ini dalam kondisi stabil juga," ujarnya.
Kemlu melalui KBRI Muscat terus melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan perlindungan terhadap seluruh ABK WNI yang terdampak insiden tersebut.
Selain berkoordinasi dengan otoritas terkait di Yaman, Direktorat Perlindungan WNI Kemlu RI juga melakukan family engagement dengan keluarga para ABK. Menurut Heni, pertemuan tersebut dilakukan untuk menjelaskan penanganan serta situasi terbaru yang telah diperoleh pemerintah kepada keluarga para ABK.
MV Tihamah diketahui membawa 11 ABK, yang terdiri atas delapan warga negara Pakistan dan tiga WNI. Insiden serangan terhadap kapal tersebut terjadi saat kapal berada di wilayah Yaman pada 11 Agustus 2026.