Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak. Metro TV
Polisi Kirim Satu Regu Brimob Bebaskan 9 Warga Diduga Disandera KKB
Metro TV • 20 August 2026 17:52
Mimika: Polres Mimika mengerahkan personel dengan dukungan Brimob Batalyon B Pelopor dan Satgas Operasi Damai Cartenz untuk menindaklanjuti informasi dugaan penyanderaan sembilan warga sipil di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Informasi awal menyebut sembilan warga tersebut diduga seluruhnya perempuan dengan rentang usia 13 hingga 17 tahun. Polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan identitas, keberadaan, serta kebenaran informasi mengenai dugaan penyanderaan tersebut.
Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak mengatakan informasi awal diperoleh dari laporan masyarakat yang diterima personel Polsek Jila dan Koramil setempat.
“Berdasarkan informasi yang kami terima, benar ada sembilan orang yang diduga disandera rata-rata berusia 13 hingga 17 tahun, dan seluruhnya berjenis kelamin perempuan. Namun hingga saat ini kami masih mendalami kebenaran informasi tersebut, termasuk identitas dan keberadaan mereka,” ujar Alredo, Kamis, 20 Agustus 2026.
Polres Mimika menyiapkan sejumlah langkah untuk menindaklanjuti laporan tersebut. Polisi mengirim personel ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus memperkuat pengamanan di pos yang sudah tersedia. Polisi juga meminta dukungan Batalyon B Pelopor Brimob Timika untuk menambah kekuatan personel di lapangan.
Kondisi geografis wilayah Jila menjadi salah satu kendala dalam pengerahan personel. Akses menuju lokasi berada di kawasan pegunungan sehingga pengiriman anggota kemungkinan dilakukan menggunakan helikopter. Untuk tahap awal, polisi menyiapkan satu regu personel untuk memperkuat anggota yang telah berada di pos pengamanan.
“Kami berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penebalan personel. Mengingat keterbatasan akses dan jadwal penerbangan, kemungkinan sebagian personel akan diangkut menggunakan helikopter. Kami kirim satu regu terlebih dahulu untuk membackup personel yang sudah ada di pos,” jelas Alredo.
Polisi masih menghadapi kendala dalam proses pengumpulan informasi. Salah satunya keterbatasan jaringan komunikasi di wilayah tersebut. Selain itu, hingga kini belum ada saksi yang dapat memberikan keterangan langsung mengenai kronologi dugaan penyanderaan.

Ilustrasi KKB. Foto: Istimewa.
Polres Mimika terus berupaya memverifikasi informasi yang diterima dari masyarakat sekaligus memantau perkembangan situasi di lapangan.
“Saya perintahkan personel di sana untuk terus mendalami setiap informasi dari masyarakat. Jika ada perkembangan, akan kami sampaikan segera,” tegas Alredo.
Hingga saat ini, proses pencarian dan pendataan masih berlangsung. Polisi juga meminta masyarakat tetap tenang serta menyampaikan informasi terkait dugaan peristiwa tersebut kepada pos keamanan terdekat. (Terry Leisubun)