Trump Ancam Tarif 50%, Perang Dagang AS-Kanada Memanas

Presiden AS Donald Trump. Foto: Xinhua/Ting Shen.

Trump Ancam Tarif 50%, Perang Dagang AS-Kanada Memanas

Husen Miftahudin • 25 August 2026 09:12

New York: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam menaikkan tarif impor mobil, suku cadang otomotif, dan baja dari Kanada menjadi 50 persen. Ancaman tersebut disampaikan setelah perundingan perdagangan kedua negara tidak menghasilkan kesepakatan.

Trump menyampaikan rencana tersebut melalui unggahan di media sosial pada Senin. Ia mengatakan tarif untuk mobil, truk, suku cadang otomotif, dan baja asal Kanada akan dinaikkan menjadi 50 persen mulai 1 Januari 2027.

"Pada tanggal 1 Januari 2027, tarif untuk semua mobil, truk, baik besar maupun kecil, suku cadang otomotif, dan baja, akan dinaikkan menjadi 50 persen," tulis Trump, dikutip dari Xinhua, Selasa, 25 Agustus 2026.

Trump juga melontarkan kritik terhadap hubungan perdagangan AS dan Kanada. Ia menilai Kanada telah merugikan kepentingan ekonomi AS selama bertahun-tahun. "Kanada telah menipu Amerika Serikat selama bertahun-tahun," kesal Trump.
 

 

Perundingan dagang AS-Kanada gagal


Ancaman kenaikan tarif muncul setelah AS dan Kanada gagal mencapai kesepakatan pada Jumat untuk mencegah pemberlakuan tarif baru terhadap sejumlah produk Kanada.

Saat ini, AS mengenakan tarif 25 persen terhadap mobil dari Kanada. Sementara itu, tarif impor baja Kanada ke AS telah berada di level 50 persen.

Trump menyalahkan Kanada atas kegagalan perundingan perdagangan. Ia menuding Kanada menerapkan perlakuan diskriminatif terhadap sejumlah produk AS, termasuk alkohol, mobil, dan susu.


(Presiden AS Donald Trump menunjukan daftar negara-negara dengan besar tarif yang dikenakan. Foto: EPA-EFE/KENT NISHIMURA/POOL)
 

Ketegangan perdagangan memanas


Rencana kenaikan tarif tersebut dipandang sebagai peningkatan ketegangan perdagangan antara kedua negara Amerika Utara.

Kebijakan tersebut berpotensi meningkatkan tekanan terhadap sektor otomotif dan baja yang memiliki hubungan perdagangan erat antara AS dan Kanada.

Selain pembahasan tarif, kedua negara juga menghadapi agenda revisi Perjanjian Perdagangan Bebas AS-Meksiko-Kanada (USMCA). Trump sebelumnya menolak memperpanjang perjanjian tersebut dalam bentuk yang berlaku saat ini.

(Husen Miftahudin)